KALTIMPOST.ID, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Ahmad Husein, mengaku telah bertemu langsung dengan Bupati Pati, Sudewo, pada Selasa (19/8/2025) lalu.
Pertemuan itu berlangsung di kediaman seorang pengusaha di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
Foto Husein dan Sudewo yang duduk berdampingan sambil mengacungkan jempol sempat viral di media sosial.
Keduanya terlihat tersenyum dalam suasana akrab. “Iya, kami bertemu dan berdialog langsung dengan Pak Bupati. Pertemuan dilakukan di rumah seorang pengusaha,” kata Husein kepada awak media, Kamis (21/8).
Husein datang bersama sejumlah rekannya. Namun, dua tokoh penting AMPB lain, Teguh Istiyanto dan Supriyono alias Botok, tidak hadir.
Keduanya memilih tetap melanjutkan perjuangan untuk melengserkan Bupati Sudewo melalui mekanisme hak angket DPRD. Sementara Husein menyatakan mundur dari gerakan tersebut.
Ia memutuskan berdamai dengan Bupati setelah menerima komitmen untuk lebih transparan dalam pengelolaan anggaran dan mendengar aspirasi masyarakat.
“Saya merasa dimanfaatkan oleh segelintir orang yang punya kepentingan politik. Saya tidak mau lagi terlibat,” ujarnya.
Sebelumnya, Husein berencana menggelar aksi demo besar pada 25 Agustus 2025 dengan target massa hingga 50.000 orang. Namun rencana itu kini dibatalkan.
“Mohon maaf kepada masyarakat. Demo tanggal 25 dibatalkan,” jelas Husein. Ia juga siap menerima cibiran dan tuduhan negatif, termasuk dugaan suap. “Biarin saja, besok juga ketahuan kok saya disuap atau tidak. Wong rumah saya jelek-jelek saja,” katanya.
Sementara itu, kubu lain AMPB tetap melanjutkan gerakan mereka. Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto, menyatakan akan menggelar aksi ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada 2–3 September 2025.
“Kami akan mendesak KPK agar segera menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA),” ujar Teguh.
Untuk mendukung aksi tersebut, AMPB kembali membuka posko donasi. Lokasi posko sempat dipindahkan dari depan DPRD Pati ke kawasan Alun-Alun, tepat di bawah videotron depan Kantor Bupati, karena alasan lalu lintas.
Mereka juga menggalang donasi Rp5.000, baik berupa uang tunai maupun dukungan kendaraan untuk keberangkatan ke Jakarta.
“Kami akan transparan. Semua laporan keuangan dan mutasi rekening akan kami publikasikan setiap hari,” kata Bendahara AMPB, Mulyati. ***
Editor : Dwi Puspitarini