KALTIMPOST.ID,- Kota Balikpapan di Kalimantan Timur tak hanya dikenal sebagai kota minyak dan pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah geliat industri dan urbanisasi, kota ini juga menjadi cerminan keberagaman agama yang hidup berdampingan secara harmonis.
Hingga tahun 2024, jumlah penduduk Kota Balikpapan yang sebanyak 757.418 jiwa, tersebar di enam kecamatan. Masyarakat kota ini menganut berbagai agama, dengan sebaran yang cukup merata di tiap wilayah. Seluruh agama hidup berdampingan di kota ini.
Keragaman ini tidak hanya terlihat dari kerukunan di jalanan, tetapi juga terukir jelas dalam data statistik resmi. Menurut laporan dari Kementerian Agama Kota Balikpapan dalam publikasi Kota Balikpapan dalam Angka 2025, komposisi penduduk dan sebaran tempat ibadah menunjukkan potret yang sangat menarik.
Mayoritas penduduk menganut agama Islam, dengan jumlah sekitar 682.594 jiwa, atau hampir 90,12% dari total penduduk.
Disusul Umat Protestan yang merupakan kelompok terbesar kedua, sebanyak 52.999 jiwa (sekitar 7%), lalu Umat Katolik sebanyak 14.475 jiwa (hampir 2%). Pemeluk agama Hindu mencapai 1.420 jiwa, Umat Buddha berjumlah 5.884 jiwa, komunitas Konghucu tercatat sebanyak 35 jiwa, dan ada 11 jiwa lainnya yang tercatat menganut kepercayaan lain.
Meskipun Muslim menjadi kelompok dominan, umat dari berbagai agama lainnya tetap hadir dan diakomodasi secara baik, terutama di wilayah Balikpapan Selatan, Utara, dan Tengah.
Sebaran Tempat Ibadah
Keberagaman ini tercermin pula dari banyaknya tempat ibadah yang tersebar di seluruh penjuru kota. Balikpapan memiliki 510 masjid dan 298 mushola. Sementara itu, umat Kristen memiliki 167 gereja Protestan dan 5 gereja Katolik. Umat Hindu memiliki 3 pura, sedangkan umat Buddha memiliki 7 vihara. Komunitas Konghucu memiliki 1 klenteng yang aktif digunakan hingga kini.
Kecamatan Balikpapan Utara menjadi wilayah dengan jumlah masjid terbanyak, yakni 150 unit. Sementara Balikpapan Selatan memiliki mushola dan gereja Protestan terbanyak, masing-masing 75 dan 49.
Kehadiran tempat ibadah yang beragam ini menunjukkan dukungan terhadap kebebasan beragama dan kehidupan yang inklusif.
Toleransi yang Dijalani Sehari-hari
Di Balikpapan, toleransi bukan sekadar slogan. Warga dari berbagai latar belakang agama hidup berdampingan secara damai. Dalam keseharian, saling menghormati saat perayaan keagamaan, berbagi ruang publik, hingga kerja sama dalam kegiatan sosial sudah menjadi budaya bersama.
Keberagaman agama di Balikpapan bukan hanya tentang statistik, tapi tentang bagaimana masyarakat menjalani hidup berdampingan dengan saling menghargai.
Di tengah transisi menuju era Ibu Kota Nusantara, kerukunan seperti ini menjadi modal sosial yang penting untuk dijaga. Balikpapan adalah bukti bahwa perbedaan bisa menyatu dalam kehidupan kota yang damai dan dinamis.
Editor : Thomas Priyandoko