KALTIMPOST.ID, Kota Balikpapan selain sebagai kota paling nyaman dihuni, juga termasuk aman dari bencana. Seperti gempa atau gunung merapi, jarang terjadi di kota ini.
Meski begitu, Balikpapan tetap menghadapi tantangan serius terkait bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Kondisi geografisnya yang berbukit di beberapa wilayah membuat risiko bencana ini menjadi perhatian utama.
Data tahun 2024 menunjukkan pergeseran pola kejadian bencana, di mana beberapa wilayah mengalami penurunan titik banjir, tetapi ada juga yang justru mencatat peningkatan longsor.
Berikut adalah daftar kecamatan yang paling sering terdampak banjir dan longsor periode 2020 hingga 2024.berdasarkan data resmi dalam Kota Balikpapan dalam Angka 2025.
Banjir: Titik Terdampak yang Berkurang
Secara keseluruhan, jumlah kelurahan terdampak banjir di Balikpapan menurun signifikan, dari 18 kelurahan pada 2020 menjadi 10 kelurahan pada 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pengelolaan drainase dan tata ruang.
- Balikpapan Selatan menjadi kecamatan dengan jumlah kelurahan terdampak banjir terbanyak. Pada 2024, tercatat ada 4 kelurahan yang terendam, meskipun angka ini turun dibanding 6 kelurahan pada 2020 dan 2021.
- Balikpapan Utara justru mengalami kenaikan titik banjir, dari 2 kelurahan pada 2020 menjadi 3 kelurahan pada 2024.
- Balikpapan Tengah mencatat 2 kelurahan terdampak pada 2024, lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.
- Kecamatan lain seperti Balikpapan Kota dan Balikpapan Barat relatif stabil dengan masing-masing 2 dan 1 kelurahan terdampak pada 2024.
- Sementara itu, Balikpapan Timur tidak mencatat adanya titik banjir pada 2024, turun signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.
Longsor: Risiko yang Meningkat
Berbeda dengan banjir, jumlah total kelurahan terdampak longsor di Balikpapan justru meningkat dari 18 pada 2020 menjadi 20 pada 2024. Peningkatan ini menjadi perhatian serius, terutama di kawasan berbukit.
- Balikpapan Tengah menjadi wilayah paling rawan longsor dengan 6 kelurahan terdampak pada 2024, sama dengan data tahun 2020.
- Balikpapan Kota mengalami peningkatan longsor dari 3 kelurahan di 2020 menjadi 5 kelurahan di 2024.
- Balikpapan Utara juga mencatat peningkatan dari nihil pada 2021 menjadi 5 kelurahan terdampak pada 2024.
- Balikpapan Selatan relatif stabil dengan 2 kelurahan terdampak longsor selama tiga tahun terakhir.
- Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur mencatat penurunan atau tidak ada kejadian longsor di 2024.
Mitigasi dan Kesadaran Masyarakat
Meskipun Balikpapan menunjukkan kemajuan dalam menekan risiko banjir, kenaikan titik longsor membutuhkan perhatian ekstra. Upaya mitigasi seperti pemantauan lereng, penanaman pohon, dan edukasi masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko.
Data ini menjadi gambaran nyata tantangan bencana yang harus dihadapi Balikpapan. Kesadaran dan tindakan cepat dari pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar dampak banjir dan longsor bisa diminimalisir, sehingga kota ini bisa terus tumbuh dengan aman dan nyaman. (*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko