Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Daftar Kecamatan di Balikpapan dengan Titik Banjir dan Longsor Terbanyak

Khoirun Nisa • Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:14 WIB
Kawasan Jalan MT Haryono yang terendam banjir pada Kamis (19/6/2025).
Kawasan Jalan MT Haryono yang terendam banjir pada Kamis (19/6/2025).

KALTIMPOST.ID, Kota Balikpapan selain sebagai kota paling nyaman dihuni, juga termasuk aman dari bencana. Seperti gempa atau gunung merapi, jarang terjadi di kota ini.

Meski begitu, Balikpapan tetap menghadapi tantangan serius terkait bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Kondisi geografisnya yang berbukit di beberapa wilayah membuat risiko bencana ini menjadi perhatian utama.

Data tahun 2024 menunjukkan pergeseran pola kejadian bencana, di mana beberapa wilayah mengalami penurunan titik banjir, tetapi ada juga yang justru mencatat peningkatan longsor.

Berikut adalah daftar kecamatan yang paling sering terdampak banjir dan longsor periode 2020 hingga 2024.berdasarkan data resmi dalam Kota Balikpapan dalam Angka 2025.

Banjir: Titik Terdampak yang Berkurang

Secara keseluruhan, jumlah kelurahan terdampak banjir di Balikpapan menurun signifikan, dari 18 kelurahan pada 2020 menjadi 10 kelurahan pada 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pengelolaan drainase dan tata ruang.

Longsor: Risiko yang Meningkat

Berbeda dengan banjir, jumlah total kelurahan terdampak longsor di Balikpapan justru meningkat dari 18 pada 2020 menjadi 20 pada 2024. Peningkatan ini menjadi perhatian serius, terutama di kawasan berbukit.

Mitigasi dan Kesadaran Masyarakat

Meskipun Balikpapan menunjukkan kemajuan dalam menekan risiko banjir, kenaikan titik longsor membutuhkan perhatian ekstra. Upaya mitigasi seperti pemantauan lereng, penanaman pohon, dan edukasi masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko.

Data ini menjadi gambaran nyata tantangan bencana yang harus dihadapi Balikpapan. Kesadaran dan tindakan cepat dari pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar dampak banjir dan longsor bisa diminimalisir, sehingga kota ini bisa terus tumbuh dengan aman dan nyaman. (*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#banjir #balikpapan