KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Polresta Samarinda menyiapkan 980 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang akan digelar pada Senin (1/9). Ratusan aparat itu terdiri dari kepolisian, TNI, Satpol PP, hingga unsur relawan, yang dikerahkan demi memastikan jalannya aksi berlangsung aman dan tertib.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, kekuatan personel tidak hanya berasal dari jajaran Polresta Samarinda. Sejumlah pasukan tambahan juga diminta bantuan, antara lain Batalion Brimob Polda Kaltim, Detasemen 45 Antianarkis, hingga BKO Samapta Polda Kaltim.
“Selain itu, ada dukungan dari Dishub, TNI, Satpol PP, dinas pemadam kebakaran, hingga unsur Banser dan relawan,” ujar Hendri, Minggu (31/8) dikonfirmasi seusai Apel Gelar Pasukan selesai.
Baca Juga: Dayang Donna Jadi Tersangka Suap Rp 3,5 Miliar, Anggota Minta Mundur dari Ketua Kadin Kaltim
Menurut Hendri, pengamanan akan dipusatkan di kawasan Gedung DPRD Kaltim, lokasi massa menyampaikan aspirasi. Polresta juga akan tetap menyiagakan satu kompi di markas, sehingga pelayanan publik seperti SIM, SKCK, maupun Samsat tetap berjalan normal.
“Tujuan kami sederhana, memastikan aksi berjalan damai sesuai amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2008 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum,” katanya.
Malam ini, Polresta bersama TNI dan Satpol PP juga menggelar patroli skala besar menggunakan motor di sejumlah titik keramaian kota. “Kami ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat Samarinda menjelang aksi,” ujar Hendri. (*)
Editor : Muhammad Rizki