Momen pengembalian jam tangan tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @warungjurnalis. Dalam rekaman itu tampak seorang perempuan datang membawa jam mewah tersebut. Ia mengaku sebagai ibu dari anak yang sempat mengambil barang itu.
“Saya sudah bilang ke dia, ini bukan hak kita. Bapaknya juga sepakat, jadi lebih baik dikembalikan. Tadi juga sudah lapor ke pak RT dan RW,” ucap sang ibu dalam video.
Ia bahkan mengaku tidak tahu cara memakai jam sekelas Richard Mille. “Pas saya pegang aja bingung, ini cara makainya bagaimana,” tuturnya polos.
Rumah Sahroni memang menjadi sasaran amukan massa. Sejumlah barang dirusak dan diangkut keluar rumah. Polisi menyatakan masih menyelidiki kasus penjarahan tersebut. “Masih dalam penyelidikan, belum ada yang diamankan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar.
Sahroni sebelumnya mendapat kecaman setelah melontarkan pernyataan keras. Ia menyebut warga yang ingin membubarkan DPR sebagai “orang paling tolol sedunia” serta menyindir anak-anak di bawah umur yang ikut aksi dengan sebutan “brengsek”.
Ucapan itu memicu kemarahan publik hingga berujung aksi massa mendatangi rumahnya.
Editor : Uways Alqadrie