Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Akses Darat Kubar-Mahakam Ulu Segera Terbuka: Jalan Tering–Ujoh Bilang Ditargetkan Selesai Akhir 2025

Uways Alqadrie • Rabu, 3 September 2025 | 06:07 WIB

Jalur darat ke Mahakam ulu dari Kutai Barat selalu menjadi kendala karena kondisi alam dan jalan yang rusak. Akibatnya harga pangan menjadi tidak terkendali. (FOTO: IST)
Jalur darat ke Mahakam ulu dari Kutai Barat selalu menjadi kendala karena kondisi alam dan jalan yang rusak. Akibatnya harga pangan menjadi tidak terkendali. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Harapan besar masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) agar bisa menikmati akses jalan darat yang memadai, perlahan mulai mendekati kenyataan. 

Selama lebih dari satu dekade sejak pemekaran, wilayah paling muda di Kaltim ini masih mengandalkan Sungai Mahakam sebagai jalur utama keluar-masuk daerah.

Ketergantungan pada sungai membuat biaya logistik melambung, harga kebutuhan pokok lebih mahal, hingga layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan sulit dijangkau. 

Tak heran, isu pembangunan jalan darat selalu menjadi topik hangat di Mahulu. Isu ini pun kembali mengemuka dalam Dialog Publika TVRI Kaltim, Selasa (2/9).

Acara tersebut menghadirkan Wakil Bupati Mahulu Muhammad Saktianto, Kasatker Jalan Perbatasan Kaltim BBPJN Mochamad Saktianto, serta Kabid Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim, R Hariadi. Mereka memaparkan perkembangan terbaru pembangunan ruas penghubung menuju hulu Mahakam.

Wabup Saktianto menegaskan, pemerintah daerah bersama provinsi telah menyiapkan dana sekitar Rp206 miliar untuk membangun jalur Tering–Ujoh Bilang. Ia menekankan, kualitas konstruksi harus jadi prioritas utama.

“Kalau hanya aspal, paling enam bulan sudah rusak. Solusinya mesti beton agar tahan lama. Jangan setengah-setengah,” tegasnya.

Sementara itu, BBPJN Kaltim memastikan tahun ini ada tiga paket pekerjaan, termasuk peningkatan ruas Tering–Long Bagun sepanjang lebih dari 20 kilometer. 

Jalur strategis ini diharapkan membuka koneksi Mahulu dengan Kalteng, Kalbar, hingga tembus ke Sarawak, Malaysia.

Dinas PUPR-Pera Kaltim juga tengah mengebut pembangunan Tering–Ujoh Bilang yang dipatok selesai Desember 2025. Dengan adanya jalan darat, distribusi barang lebih lancar dan mobilitas warga pedalaman lebih mudah. 

Pemerintah provinsi bahkan menargetkan konektivitas darat Mahulu bisa tuntas paling cepat akhir 2025, atau paling lambat tahun 2026.

Bagi masyarakat Mahulu, jalan bukan sekadar infrastruktur. Ia ibarat urat nadi kehidupan. Dengan jalur darat yang layak, biaya logistik bisa ditekan, harga barang turun.

Baca Juga: Ahmad Sahroni Resmi Polisikan Pelaku Penjarahan Rumahnya, Sudah 5 Orang Diperiksa Polda Metro Jaya

Hasil perkebunan lebih cepat keluar, serta akses pendidikan dan kesehatan lebih terjangkau. Janji rampung di akhir 2025 pun menjadi harapan sekaligus tuntutan nyata warga di pedalaman Mahakam.

Editor : Uways Alqadrie
#pemprov kaltim #kabupaten kutai barat #kabupaten mahakam ulu #Mahakam Ulu #Kutai Barat