Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pun menerbitkan maklumat agar umat Islam menyambutnya dengan ibadah.
Baca Juga: Sopir Bank di Solo yang Bawa Kabur Mobil Berisi Rp 10 Miliar Diburu Polisi Seluruh Indonesia
Dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/E/2025, Muhammadiyah meminta warga untuk melaksanakan salat khusuf (salat gerhana). Selain itu, juga dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan sedekah sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Salat gerhana dapat dilakukan sejak fase gerhana sebagian mulai terlihat sampai berakhir, atau hingga bulan terbenam,” tertulis dalam maklumat tersebut.
Fenomena langka ini akan bisa disaksikan dari hampir seluruh wilayah Indonesia. Warga diimbau tidak hanya melihat keindahan langit, tetapi juga memaknainya sebagai pengingat kebesaran Sang Pencipta.
Baca Juga: Dari Jakarta hingga NTT, Ini Jejak Penangkapan 17 Tersangka Pembunuhan Kacab BRI Ilham Pradipta
Waktu Gerhana Bulan Total 7 September di Indonesia
Mengutip dari situs BMKG, Gerhana Bulan Total 7 September 2025 di Indonesia akan terjadi pada pukul:
Gerhana Penumbra mulai (P1): 22.26 WIB
Gerhana Sebagian mulai (U1): 23.26 WIB
Gerhana Total mulai (U2): 00.30 WIB
Puncak Gerhana (Puncak): 01.11 WIB
Gerhana Total berakhir (U3): 01.53 WIB
Gerhana Sebagian berakhir (U4): 02.56 WIB
Gerhana Penumbra berakhir (P4): 03.56 WIB
Dapat diketahui, durasi gerhana dari fase Gerhana mulai (P1) hingga Gerhana berakhir (P4) adalah 5 jam 26 menit 39 detik. Adapun durasi parsialitas, yaitu lama waktu dari fase Gerhana Sebagian mulai (U1) hingga Gerhana Sebagian berakhir (U4) terjadi selama 3 jam 29 menit 24 detik. Durasi totalitas Gerhana Bulan Total 7 September 2025 ini akan berlangsung selama 1 jam 22 menit 6 detik.
Baca Juga: Putra Presiden ke-3 RI BJ Habibie Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bank BUMD Jabar
Majelis Tarjih berharap momentum ini bisa menjadi sarana meningkatkan ketakwaan. “Mari jadikan fenomena alam ini sebagai kesempatan memperbanyak ibadah,” tulis imbauan PP Muhammadiyah.
Editor : Uways Alqadrie