KALTIMPOST.ID, SOLO – Kasus besar menggemparkan perbankan di Wonogiri. Seorang sopir Bank Jateng, berinisial AT, diduga kabur membawa uang tunai sekitar Rp10 miliar. Aksi itu terjadi sejak Senin (1/9), dan hingga kini keberadaan AT masih menjadi tanda tanya.
Polisi bergerak cepat. Satreskrim Polresta Surakarta melakukan pencarian ke sejumlah titik, termasuk rumah keluarga AT di kawasan belakang RSUD Wonogiri. Namun, pelaku tidak ada di lokasi. “Tempat tinggal pelaku juga masuk dalam proses pencarian,” kata Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Prasetyo Triwibowo, Rabu (3/9).
Baca Juga: Muhammadiyah Imbau Salat Gerhana Saat Fenomena Bulan Merah 7–8 September, Ini Proses Terjadinya
Jejak AT mulai terendus ketika warga menemukan mobil operasional Toyota Avanza yang ia bawa. Kendaraan itu ditinggalkan begitu saja di lahan kosong Puri Gajah Permai, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (2/9) pagi. Temuan mobil itu kemudian dilaporkan ke pihak bank.
Salah satu warga, Ari (48), mengaku kaget melihat mobil dengan kondisi mencurigakan. "Awalnya kami pikir hanya mobil parkir biasa. Tapi setelah dicek, ternyata mobil bank. Saya langsung lapor," ujarnya.
Polisi belum mengungkap detail isi dan kondisi mobil tersebut. “Masih kami dalami, nanti akan disampaikan perkembangan lebih lanjut,” tambah Prasetyo.
Baca Juga: Sopir Bank di Solo yang Bawa Kabur Mobil Berisi Rp 10 Miliar Diburu Polisi Seluruh Indonesia
Berdasarkan data, AT adalah pria asal Kulonprogo, DIY. Setelah menikah, ia menetap bersama keluarga di Wonogiri. Sejak tahun 2018, ia bekerja sebagai sopir Bank Jateng.
Rekan-rekannya mengaku tidak menduga pria itu akan melakukan tindakan nekat.
Kasus ini mendapat sorotan luas karena jumlah uang yang dibawa kabur sangat besar. Aparat menduga AT sudah merencanakan aksinya matang-matang, terlebih ia paham sistem operasional pengiriman uang bank.
Baca Juga: Putra Presiden ke-3 RI BJ Habibie Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bank BUMD Jabar
Hingga kini, polisi masih menelusuri keberadaan AT. Pengejaran dilakukan melintasi wilayah Jawa Tengah dan DIY. “Kami mohon doanya agar segera tertangkap,” ucap Prasetyo.(*)
Editor : Uways Alqadrie