Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

11 September America is Under Attack: 2.996 Orang Tewas, Kerugian Tembus Rp1.600 Triliun

Uways Alqadrie • Kamis, 11 September 2025 | 09:21 WIB

Gedung One World Trade Center berdiri megah di kawasan Ground Zero, New York, menggantikan menara kembar WTC yang runtuh dalam tragedi 11 September 2001. (FOTO: IST)
Gedung One World Trade Center berdiri megah di kawasan Ground Zero, New York, menggantikan menara kembar WTC yang runtuh dalam tragedi 11 September 2001. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, NEW YORK – Selasa pagi, 11 September 2001, langit Manhattan cerah. Ribuan orang berangkat kerja seperti biasa. Tak ada yang menduga, dalam hitungan menit, hari itu akan berubah menjadi babak paling kelam dalam sejarah Amerika Serikat.

08.46 waktu setempat. American Airlines Penerbangan 11 yang dibajak, menabrak Menara Utara World Trade Center. Ledakan dahsyat membelah gedung kembar ikonik setinggi 417 meter itu. 

Ratusan orang di lantai atas seketika terjebak. Asap hitam mengepul, jeritan dan telepon darurat membanjiri 911.

09.03. Belum genap 20 menit, pesawat United Airlines Penerbangan 175 menghantam Menara Selatan. Benturan keras disiarkan langsung jutaan pasang mata di televisi. Dunia tersentak: serangan ini jelas bukan kecelakaan.

09.37. American Airlines Penerbangan 77 menghantam sisi barat Pentagon, jantung pertahanan AS. Api berkobar, dinding runtuh, korban jiwa bertambah. Presiden George W. Bush yang saat itu sedang berada di Florida, segera dievakuasi dan meneriakkan kata-kata yang akan dikenang: “America is under attack.”

09.59. Menara Selatan WTC runtuh dalam gumpalan debu dan api. Ribuan orang berlarian panik, polisi dan pemadam berjuang menyelamatkan siapa pun yang bisa. Namun 29 menit kemudian, 10.28, Menara Utara ikut ambruk. Jantung ekonomi dunia hancur dalam sekejap.

Sementara itu, United Airlines Penerbangan 93, pesawat keempat yang dibajak, sempat diarahkan menuju Washington DC. Diduga targetnya Gedung Putih atau Capitol Hill. 

Namun perlawanan heroik penumpang membuat pesawat jatuh di Shanksville, Pennsylvania, pukul 10.03. Semua orang di dalamnya tewas, tetapi ribuan nyawa lain terselamatkan.

Total korban: 2.996 jiwa melayang, termasuk 343 petugas pemadam kebakaran, 72 polisi, dan ribuan pekerja kantor. Lebih dari 6.000 orang luka-luka. Tiga menara utama WTC rata dengan tanah, enam gedung lain rusak berat, dan belasan gedung sekitarnya tak bisa dipakai lagi.

Kerugian materi mencapai USD 100 miliar. Pasar saham New York tutup hampir seminggu, sektor penerbangan lumpuh, ekonomi global terguncang. 

Jauh lebih dalam dari itu, 9/11 mengubah geopolitik dunia: Amerika melancarkan “War on Terror”, menyerang Afghanistan, menggulingkan Taliban, dan memburu Osama bin Laden, otak al-Qaeda.

Dua puluh empat tahun berlalu, luka itu belum hilang. Nama-nama korban kini diabadikan di 9/11 Memorial & Museum di Ground Zero, dengan dua kolam raksasa di bekas tapak menara. Setiap tahun, lonceng dibunyikan saat jam-jam keruntuhan diperingati.

Hari itu bukan hanya tragedi Amerika. Ia adalah peristiwa yang mengubah arah dunia: keamanan diperketat, bandara tak lagi sama, kebijakan luar negeri global pun bergeser. 

11 September 2001 menjadi pengingat betapa rapuhnya rasa aman, sekaligus betapa besar dampak sebuah pagi yang berubah menjadi neraka.

 

Editor : Uways Alqadrie
#new york #9/11 #george bush #donald trump #11 september 2001