KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Purbaya Yudhi Sadewa baru empat hari menduduki kursi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Namun, ekonom senior ini sudah tiga kali menyampaikan klarifikasi ke publik.
Ucapan spontan, strategi ekonomi, hingga unggahan anaknya di media sosial membuatnya jadi bahan sorotan.
Sorotan soal Ucapan Kontroversial
Saat pertama kali masuk kantor Kemenkeu, Senin, 8 September 2025, Purbaya menyinggung aksi protes 17+8 Tuntutan Rakyat yang pecah di akhir Agustus.
Menurutnya, demonstrasi hanya dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat yang hidupnya “masih kurang.” Ia menambahkan, jika ekonomi tumbuh 6–7 persen, demonstrasi akan hilang dengan sendirinya.
Pernyataan itu memicu kritik keras. Sehari kemudian, ia buru-buru meminta maaf. “Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf. Intinya, semakin cepat ekonomi pulih, semakin banyak lapangan kerja tercipta,” ujar Purbaya, Rabu, 10 September 2025.
Penjelasan Strategi Ekonomi
Klarifikasi berikutnya berkaitan dengan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi. Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu menegaskan ucapannya bukan asal bunyi.
Ia menyebut Indonesia punya potensi pertumbuhan di kisaran 6,5–6,7 persen tanpa harus khawatir inflasi melonjak.
“Belanja atau defisit APBN tidak otomatis memicu inflasi. Kita tahu kapasitas ekonomi nasional. Presiden dan tim sudah setuju mempercepat pembangunan dengan sistem finansial yang tidak seketat sekarang,” katanya.
Purbaya juga menyinggung peluang mendorong pertumbuhan hingga 8 persen sesuai target Presiden Prabowo Subianto.
Geger Unggahan Anak
Klarifikasi ketiga datang bukan dari ucapannya sendiri, melainkan unggahan anaknya di Instagram. Anak Purbaya menulis bahwa ayahnya telah melengserkan Sri Mulyani yang disebut-sebut menyamar sebagai agen CIA.
Purbaya buru-buru menanggapi. “Dia masih kecil, tidak mengerti apa-apa. Sudah saya larang, sekarang tidak main Instagram lagi,” ujarnya di Istana Kepresidenan. Ia menambahkan, unggahan tersebut sudah dihapus.
Purbaya mengaku baru menyadari bahwa dirinya dan keluarganya kini menjadi sorotan publik. “Biasanya santai, tidak ada yang memperhatikan. Sekarang setiap gerakan dilihat,” katanya.
Menanti Langkah Lanjut
Di tengah kritik soal gaya komunikasi yang dianggap jumawa, Purbaya tetap menegaskan dirinya fokus pada pemulihan ekonomi.
Tantangan berat sudah menunggu: menjaga fiskal tetap stabil, mengendalikan inflasi, dan memenuhi ekspektasi politik Presiden yang meminta percepatan pertumbuhan.
Editor : Uways Alqadrie