Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada! Modus Baru Penipuan QRIS Rekening Bisa Terkuras Sekejap, Begini Cara Cegahnya

Uways Alqadrie • Minggu, 14 September 2025 | 15:34 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Transaksi digital semakin menjadi pilihan utama masyarakat kota. Bayar ikan asin di pasar, beli kopi, sampai ongkos parkir pun kini cukup tempelkan ponsel ke kode QR. Tapi dibalik kenyamanan itu, muncul bahaya baru: maling digital dengan memanfaatkan QRIS palsu.

Polanya nyaris tak bisa dibedakan mata telanjang. Pelaku menempelkan kode QR yang menyerupai milik pedagang asli. Identitas, nama toko, bahkan nominal transaksi dibuat sedemikian rupa. 

Baca Juga: Pengakuan Bocah di Jaksel Disiksa Brutal Pasangan Sejenis Sang Ibu: Disiram Air Panas, Dipukul Kayu, Wajah Dibakar Bensin

Begitu pembeli menginginkan, uang justru mengalir ke rekening penipu. Celakanya, saldo bisa terkuras habis sebelum korban sadar ada yang janggal.

Bank Indonesia (BI) mengingatkan, standar keamanan QRIS sebenarnya sudah mengacu pada praktik global. Namun sistem secanggih apa pun tidak akan cukup bila pengguna lengah. 

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan perlindungan transaksi harus jadi tanggung jawab bersama. “Regulator, penyelenggara jasa pembayaran, pedagang, hingga pembeli, semuanya punya peran,” kata Filianingsih, Minggu, 14 September 2025.

Ia mencontohkan, pedagang wajib memperhatikan kode QR yang ditempel di meja kasir, memantau setiap notifikasi pembayaran, dan memastikan dana benar-benar masuk ke rekening. 

Pembeli pun perlu teliti memeriksa identitas pedagang. “Kalau belanja di toko onderdil, jangan sampai muncul malah nama yayasan. Itu sudah jelas tandanya tidak benar,” ujarnya.

Baca Juga: Tragis! Bocah 7 Tahun Disiksa Pasangan Sejenis Sang Ibu hingga Tubuh Dipenuhi Luka Bakar

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa ruang digital bukanlah wilayah tanpa risiko. Seperti halnya dompet konvensional bisa dijambret, dompet digital pun rawan digasak. 

Bedanya, pelaku tak perlu menyentuh korban. Cukup selembar stiker QR palsu, saldo nasabah bisa hilang.

Untuk mencegahnya, BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) memperketat pengawasan penyelenggara QRIS dan gencar mengedukasi masyarakat. 

“Keamanan ini tanggung jawab kolektif. Jangan biarkan kelengahan kita jadi celah maling,” tegas Filianingsih.

Baca Juga: Kondisi Terbaru Vidi Aldiano Setelah Kanker Ginjal, Wajah Pucat hingga Bobot Menyusut: Postingan Banjir Doa

Masyarakat diminta tidak abai. Kecepatan dan kemudahan transaksi digital memang menggiurkan. Tapi satu kali lalai, bisa jadi harga yang dibayar adalah rekening kosong.

 

Editor : Uways Alqadrie
#Penipuan QR Code #bank indonesia #transaksi digital #Keamanan transaksi #rekening dibobol #qris alat pembayaran