KALTIMPOST.ID, Mulai tahun 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperluas tidak hanya untuk murid sekolah, tetapi juga mencakup guru dan relawan posyandu.
Perluasan ini telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto dan didukung oleh peningkatan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang signifikan.
Menurut Sekretaris BGN, Sarwono, anggaran MBG melonjak dari Rp 71 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp 268 triliun pada tahun 2026.
Kenaikan anggaran yang mencapai tiga kali lipat ini memungkinkan program untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Seiring dengan adanya peningkatan anggaran BGN pada 2026, usulan pemberian MBG bagi guru sekolah dan relawan posyandu telah disetujui,” ujar Sarwono.
Program ini sebelumnya hanya menyasar peserta didik dari SD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan menyusui.
Hingga 28 Agustus 2025, program ini telah melayani 23 juta penerima. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa mulai Januari 2026, pemerintah akan mengeluarkan sekitar Rp 1,2 triliun setiap hari untuk mendukung program ini, yang diperkirakan akan menjangkau 82,9 juta penerima.
Meskipun belum ada detail mengapa guru dan relawan posyandu yang dipilih, perluasan ini diharapkan dapat memberikan manfaat strategis, seperti meningkatkan kesehatan tenaga pendidik dan memperkuat peran relawan kesehatan masyarakat.
Langkah ini juga dianggap sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2025, khususnya dalam mempersiapkan generasi unggul. ***
Editor : Dwi Puspitarini