Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wisuda UI Bikin Heboh: Bayar Jutaan, Tapi Kursi untuk Wisudawan Malah di Tribun

Dwi Puspitarini • Selasa, 16 September 2025 | 13:50 WIB

 

Tangkapan layar saat rektor UI terlihat mengajak wisudawan mengikuti tantangan penggalangan dana.
Tangkapan layar saat rektor UI terlihat mengajak wisudawan mengikuti tantangan penggalangan dana.

KALTIMPOST.ID, Universitas Indonesia (UI) tengah jadi sorotan usai pelaksanaan wisuda semester genap tahun akademik 2024/2025 yang digelar di Balairung UI, Depok, 11–13 September 2025.

Bukan hanya soal kemeriahan, acara ini ramai diprotes wisudawan lantaran biaya wisuda yang mencapai Rp 1,1 juta hingga Rp 1,4 juta per orang tak sebanding dengan fasilitas yang diterima.

Dengan total 9.817 lulusan, uang yang terkumpul dari wisuda kali ini diperkirakan menembus Rp 10,7 miliar.

Namun, alih-alih merasakan momen sakral, banyak wisudawan mengeluh soal konsumsi, toga, hingga sistem tata letak kursi yang dianggap semrawut.

Keluhan soal konsumsi bahkan viral di media sosial. Salah satunya lewat unggahan akun @Medankinian yang memperlihatkan wisudawan mereview makanan ringan yang diberikan kampus.

 Baca Juga: Heboh! KPU Tutup Akses Ijazah Capres-Cawapres ke Publik, DPR: Bukan Informasi Rahasia

“Bungkusnya tidak rapi, ada yang sudah terbuka. Minim banget, harusnya nasi karena ini acara besar,” ujar salah satu wisudawan dalam video tersebut.

Tak hanya konsumsi, toga yang diberikan juga jadi bahan sindiran.“Bajunya lusuh, dasinya mengkerut, jaitannya brudul. Ini yang dibayarkan kami Rp 1,1 juta,” kata seorang wisudawan dalam rekaman video lain.

Kritik juga datang dari Dian Rousta Febryanti, wisudawati S2 FISIP UI, yang mengaku membayar Rp 1,4 juta plus donasi untuk dana abadi kampus.

“Momen wisudanya kurang dapet. Wisudawan malah ditempatkan di tribun, sementara kursi depan podium diberikan ke orang tua. Padahal ini momen kami, bukan momen mereka,” ujarnya.

Dian juga menilai perubahan sistem tata letak dan jadwal justru membuat acara terasa kurang sakral.

 Baca Juga: Duh! Puluhan Anggota DPR Ternyata Hanya Lulusan SMA, 200 Lebih Tak Jelas Pendidikan

“Biasanya sarjana dan pascasarjana dipisah, sekarang disatukan. Atmosfernya beda. Wisuda jadi kurang meriah dan tidak khidmat,” tambahnya.

Ia pun berharap sistem lama bisa dikembalikan, termasuk wisuda fakultas yang memberi kesempatan setiap mahasiswa dipanggil namanya di podium.

Sementara itu, melansir Harian Radar Depok, Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Prof Arie Afriansyah, saat dikonfirmasi hanya menjawab singkat.

“Coba saya koordinasi dengan pihak terkait ya,” katanya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Biaya Wisuda #universitas indonesia #ui #uang wisuda