KALTIMPOST.ID, JAKARTA -Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Tes ini menjadi salah satu sarana utama dalam menilai kesiapan akademik calon mahasiswa sebelum melanjutkan studi ke perguruan tinggi. TKA disusun untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, serta penguasaan materi dasar yang meliputi literasi membaca, literasi numerasi, dan penalaran ilmiah.
Melalui asesmen tersebut, peserta tidak hanya diuji pada luasnya pengetahuan, tetapi juga pada kesiapan menghadapi tantangan pembelajaran yang lebih kompleks di perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa TKA diharapkan dapat berfungsi sebagai alat validasi nilai rapor siswa. “Sering kali guru memberi nilai lebih tinggi karena kebaikan hati. Misalnya seharusnya 6, ditulis 8. Atau seharusnya 8, diberikan 10,” ujarnya.
Baca Juga: Tidak Ada Program Transmigrasi di IKN dan PPU Tahun 2025
Jadwal dan Mekanisme Pendaftaran
Pendaftaran TKA dibuka mulai 24 Agustus 2025 sampai dengan 5 Oktober 2025. Satuan Pendidikan dapat melakukan registrasi melalui laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id.
Setiap satuan pendidikan atau sekolah diminta melengkapi persyaratan sejak awal agar tidak terburu-buru menjelang penutupan pendaftaran.
Untuk tingkat SMA, sekolah juga perlu menjalin komunikasi dengan orang tua agar dapat melakukan pengecekan kembali formulir pendaftaran, terutama terkait pemilihan mata pelajaran yang akan diikuti saat tes.
Baca Juga: Ini Sikap Pemerintah Indonesia tentang Deklarasi New York Terkait Konflik Israel-Palestina
Mengapa TKA Penting?
TKA bukan sekadar syarat administratif, melainkan investasi untuk masa depan murid. Hasil TKA dapat menjadi cerminan kemampuan dasar sekaligus menjadi tiket awal menuju pendidikan tinggi yang lebih berkualitas.
Dengan hasil tes yang terukur, perguruan tinggi memiliki rujukan objektif dalam melakukan seleksi. Sedangkan siswa mendapatkan gambaran nyata mengenai kekuatan dan area belajar yang masih perlu ditingkatkan.
Selain itu, TKA memiliki fungsi strategis bagi berbagai kalangan, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi guru, satuan pendidikan, orang tua, dinas pendidikan, hingga instansi terkait lainnya.
Bagi peserta didik, TKA bukan semata-mata menjadi syarat administratif untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Melainkan juga melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills) yang sangat bermanfaat dalam perkuliahan maupun dunia kerja.
Bagi guru dan satuan pendidikan, TKA dapat menjadi sumber informasi berharga mengenai kualitas pembelajaran yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi instrumen pemetaan minat dan potensi siswa. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih holistik, personal, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Selain itu, TKA juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara sekolah dengan orang tua, sehingga terjalin pertukaran informasi yang konstruktif terkait perkembangan dan kebutuhan belajar anak.
Baca Juga: Netizen Heboh! Pratama Arhan Dijodohkan dengan Cut Syifa Usai Cerai dari Azizah Salsha
Pemerintah Daerah Mendukung TKA
Dalam video yang beredar melalui kanal pesan singkat WhatsApp, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin.,S.Pd.,M.Eng, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan TKA.
Dalam video tersebut, Sadimin menyatakan bahwa ia beserta jajarannya dan satuan pendidikan di Provinsi Jawa Tengah siap menyongsong babak baru asesmen terstandar melalui TKA. Pihaknya juga siap memanfaatkan hasil capaian TKA tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pendidikan di tingkat daerah.
Selain Jawa Tengah, beberapa pemerintah daerah lainnya juga sudah memulai sosialisasi terkait pentingnya mengikuti TKA. Akun milik Dinas Pendidikan Jawa Barat @diskdikjabar di Instagram misalnya, sudah mengunggah konten terkait pentingnya TKA.
Di Provinsi Gorontalo, sosialisasi TKA dilakukan dengan cara berbeda. Yaitu, mengadakan rapat koordinasi penyelenggaraan TKA dengan elemen elemen pendidikan di wilayahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA mendapat dukungan luas dari berbagai daerah, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu asesmen pendidikan di Indonesia.
Jumlah Pendaftar Terus Meningkat
Melansir laman https://tka.kemendikdasmen.go.id/ saat ini, jumlah pendaftar TKA terus meningkat. Calon peserta yang sudah melakukan penarikan biodata, sudah lebih dari 3.000.000 murid. Sedangkan yang sudah mendaftar hingga 15 September lebih dari 1.000.000 murid. Mereka berasal dari berbagai satuan pendidikan setingkat SMA/SMK sederajat.
Jumlah pendaftar dari satuan pendidikan non formal yang akan menggunakan TKA sebagai sarana penyetaraan ijazah pun terus meningkat.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Eduart Wolok menegaskan pentingnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam seleksi tahun 2026. “Hal baru pada SNPMB 2026 adalah pada ketentuan umum, siswa yang mengikuti SNBP wajib memiliki nilai TKA, demikian juga pada ketentuan khusus, siswa eligible harus memiliki nilai TKA. Karena pelaksanaan TKA dijadwalkan pada November, kami menyampaikan kepastian ini sejak sekarang agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri,” ujarnya. (9/16)
TKA diselenggarakan oleh pemerintah secara gratis. Seluruh proses, mulai dari pendaftaran, pelaksanaan, hingga pengolahan hasil TKA difasilitasi penuh oleh pemerintah. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan setiap murid, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang setara dalam mengikuti TKA sebagai instrumen asesmen yang adil dan objektif.
Kemendikdasmen mengajak seluruh siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih lanjut untuk tidak melewatkan kesempatan mengikuti TKA. Dengan mengikuti tes ini, siswa bisa lebih siap menghadapi proses seleksi sekaligus mempersiapkan diri menyongsong masa depan yang lebih cerah.
Selain mengajak para siswa untuk berpartisipasi, Kemendikdasmen juga mengajak satuan pendidikan, guru dan orang tua murid untuk terus memberikan dukungan kepada murid, utamanya yang saat ini berada di kelas 12, untuk terus mengembangkan potensi, salah satunya melalui keikutsertaan dalam TKA.
Informasi lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran, jadwal lengkap, dan panduan teknis TKA dapat diakses melalui situs resmi: tka.kemendikdasmen.go.id.
Siswa dan Guru Antusias
Kemendikdasmen telah menggandeng banyak pihak untuk menghadirkan ruang dialog yang interaktif antara murid, guru, dan penyelenggara. Salah satunya dengan Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dalam menyelenggarakan Diseminasi Program TKA untuk Pendidikan Bermutu di Magelang.
Antusiasme murid terhadap TKA begitu besar. Ini tercermin dari berbagai pertanyaan kritis yang diajukan selama diskusi. Unggul, murid SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan, salah satunya. Dia menanyakan tip persiapan bagi angkatan pertama TKA yang memiliki waktu terbatas.
Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Rahmawati mengatakan pentingnya pola pikir pionir bagi angkatan pertama TKA ini. Dia menekankan, pionir bukan korban atau percobaan, melainkan pahlawan yang membuka jalan bagi angkatan berikutnya. Karena itu, tes ini harus dijalani dengan penuh integritas, kesungguhan, dan semangat.
“Selain bermanfaat bagi murid dan pemerintah, hasil TKA juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di perguruan tinggi negeri. Karena itu, penting bagi murid untuk mengikuti TKA dengan sungguh-sungguh agar hasilnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” paparnya.
Kesan positif juga datang dari Ashwin Khoirul Basyar, guru Bahasa Indonesia sekaligus staf Kesiswaan SMK Ma’arif Kota Mungkid. Menurutnya, diseminasi ini bisa memberikan gambaran lebih detail soal TKA. “Poin plusnya lagi, murid juga langsung mencoba aplikasi TKA melalui gawai mereka, sehingga tidak kebingungan saat menghadapi tes nanti,” ujarnya.
Dengan adanya TKA ini, Ashwin berharap murid-muridnya lebih memiliki kesempatan bersaing masuk perguruan tinggi negeri. “Tes ini menjadi bukti objektif bahwa murid SMK Ma’arif Kota Mungkid juga mampu bersaing dengan sekolah yang lebih dikenal,” jelas Ashwin.
Semangat ini juga disampaikan oleh murid MA An-Nawawi 02 Salaman, Umniyah. Kini ia lebih memahami TKA dan manfaatnya. “Setelah ini akan lebih banyak waktu belajar dan membaca agar lebih siap menghadapi TKA,” katanya.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko