Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ketika Sungai Mahakam Tak Pernah Tidur, Keselamatan Jembatan Jadi Taruhan, Apa yang Dilakukan Pelindo?

Bayu Rolles • Rabu, 24 September 2025 | 19:51 WIB

Setiap hari, sekitar 200 kapal bergerak melintasi sejumlah jembatan di sepanjang Sungai Mahakam. Pelindo menargetkan nihil insiden dengan pemasangan standar keselamatan. (BAYU/KP)
Setiap hari, sekitar 200 kapal bergerak melintasi sejumlah jembatan di sepanjang Sungai Mahakam. Pelindo menargetkan nihil insiden dengan pemasangan standar keselamatan. (BAYU/KP)

KALTIMPOST.ID, Lalu lintas kapal di Sungai Mahakam tak pernah sepi. Selama 24 jam penuh ada saja kapal melintas membawa muatan hasil alam. Semua harus melewati sejumlah jembatan yang membentang di Sungai Mahakam dipandu PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM).

Senior Manager Wilayah IV SPJM, Al Abrar, mengatakan ada prosedur dalam pengolongan di bawah jembatan yang terbentang di Sungai Mahakam. Pemanduan untuk setiap tongkang yang melintas akan didampingi tugboat, kapal pemandu hingga kapal escort.

“Semua untuk memastikan keselamatan navigasi,” katanya selepas mendampingi awak media meninjau proses pengolongan kapal di bawah Jembatan Mahakam, Rabu, 24 September 2025.

Baca Juga: Pembangunan Fender Jembatan Mahakam I Tunggu Proses Lelang

SPJM mencatat, setiap harinya, ada sekitar 200 kapal yang bergerak melintasi sejumlah jembatan di sepanjang Sungai Mahakam. Dari hulu ke hilir atau sebaliknya. Selain Jembatan Mahakam. Ada Jembatan Mahulu, Jembatan Mahkota, Jembatan Martadipura, serta Jembatan Tenggarong yang perlu pendampingan pengolongan kapal.

Senior Manager Wilayah IV PT Pelindo Jasa Maritim, Al Abrar (kanan) diwawancarai Kaltim Post, Rabu (24/9). (BAYU/KP)
Senior Manager Wilayah IV PT Pelindo Jasa Maritim, Al Abrar (kanan) diwawancarai Kaltim Post, Rabu (24/9). (BAYU/KP)

Khusus Jembatan Mahakam, pemanduan lebih ketat lantaran jarak antar pilar jembatan yang bisa dilintasi kapal di bawahnya terbilang sempit. Hanya berkisar 100 meter. Tak sampai disitu, pengolongan juga diatur bergantung pasang-surut air sungai. “Untuk jembatan lain pengaturannya bisa kapan saja,” tuturnya.

Setiap pengolongan ada 28 petugas pandu bergantian bersiaga di masing-masing jembatan. Jembatan Mahakam punya rekor tak bagus, dalam tiga bulan pilar jembatan ditabrak dua kali. Pertama di akhir Februari, kemudian di April 2025. Memastikan insiden tak terjadi lagi, SPJM sudah meningkatkan keselamatan pelayanan pemanduan.

Baca Juga: Hasil Investigasi Kondisi Jembatan Mahakam I Belum Rampung, Dishub Batasi Kendaraan yang Melintas

Seperti pemasangan sarana bantu navigasi pelayaran yang mengukur ketepatan ruang kapal ketika melintasi bawah Jembatan Mahakam. Serta pemasangan alat ukur ketinggian muatan serta indikator ketinggian air.

Pelindo, kata Abrar, fokus pada keselamatan sehingga pihahnya rutin mengevaluasi dan intens memonitoring lalu-lintas lewat CCTV yang terpasang di beberapa titik. “Potensi bahaya sekecil apa pun secepatnya kami tindak lanjuti. Misal, kapal terlalu rapat, kami peringatkan lewat radio agar jaga jarak,” katanya mengakhiri. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#sungai mahakam #jembatan #Pelindo Samarinda #jembatan mahakam