Begitu ia mulai berbicara, sejumlah delegasi memilih meninggalkan ruangan. Ada pula yang terang-terangan mencemooh.
Meski dihujani protes, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya. Amerika Serikat dan Guinea termasuk di antara delegasi yang tetap duduk di aula.
Di luar gedung PBB, massa pro-Palestina menggelar aksi besar. Mereka mengibarkan bendera Palestina dan membawa poster bertuliskan tuntutan penghentian bantuan militer Amerika Serikat untuk Israel.
“Dia tidak diterima di sini,” kata Al-Sharif Nassef, salah satu demonstran di New York, kepada Al Jazeera. Aksi itu juga menyoroti dakwaan kejahatan perang yang tengah dihadapi Netanyahu di Mahkamah Pidana Internasional.
Hamas pun ikut menanggapi. Menurut juru bicara Taher al-Nunu, aksi walk out delegasi mencerminkan makin terisolasinya Israel di panggung internasional.
Netanyahu sendiri memilih menyerang balik. Ia menyebut kecaman atas perang Gaza dan desakan gencatan senjata hanya “omong kosong”.
Bahkan ia menuding negara-negara yang mengakui Palestina — antara lain Inggris, Prancis, Kanada, dan Portugal — melakukan langkah “salah besar”.
Dalam pidato sekitar 40 menit itu, Netanyahu kembali menegaskan tak akan memberi ruang bagi berdirinya negara Palestina.
Ia juga menolak tuduhan genosida meski jumlah korban jiwa di Gaza mencapai puluhan ribu. “Kami belum selesai,” ujarnya.
Editor : Uways Alqadrie