KALTIMPOST.ID-Persija Jakarta dipaksa menelan kekalahan ketika bertandang melawan Borneo FC Samarinda. Tim Macan Kemayoran menyinggung kinerja wasit dalam duel dua tim papan atas Super League 2025/2026.
Macan Kemayoran bertekuk lutut dengan skor 1-3 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda pada Minggu (27/9) malam.
Persija sempat tertinggal 0-3 gegara gol Joel Vinicius, Kei Hirose, dan Douglas Coutinho, sebelum Gustavo mencetak gol pemangkas jarak di injury time.
Baca Juga: Southbay's Kunci Gelar Kaltim Basketbal League U-16, Ini Catatan Impresifnya
Mauricio Souza selaku pelatih Persija mengakui kualitas tuan rumah yang memang menunjukkan permainan ciamik dan sampai saat ini masih sempurna dengan enam kemenangan dalam enam laga.
"Saya ingin menegaskan kualitas tim Borneo, ini adalah pekerjaan Fabio yang telah dia lakukan. Bukan kebetulan tim ini telah meraih enam pertandingan dan enam kemenangan," kata Souza usai laga, seperti yang dilansir JawaPos.com (29/9).
Kendatipun demikian, Souza juga menyoroti hal lain dari hasil ini. Yakni kepemimpinan wasit, yang dianggap olehnya tampil di bawah standar dan cenderung lebih merugikan Persija Jakarta.
Menurutnya, banyak kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit kepada Persija Jakarta. Total ada lima yang dibuat, tiga di antaranya pada babak pertama untuk Alan Cardoso, Gustavo Almeida, dan Rizky Ridho.
Sementara dua lainnya diberikan wasit Nendi Rohaendi kepada Allano Lima dan Mauricio Souza. Sang pelatih pun terheran-heran dengan kartu kuning yang dia terima.
"Kami melihat wasit jauh lebih rendah daripada pertandingan. Sekali lagi, kami melihat tim kami mendapatkan kartu kuning di babak pertama. Dia (wasit) memberi saya kartu kuning di sisi kiri saya. Dia memberi saya kartu kuning di kiper saya. Saya menerima kartu kuning karena saya ingin tim saya bermain," kata Souza.
"Borneo tidak mau memberikan bola. Saya pergi ke sana untuk memberikan bola kepada pemain. Dan kemudian terjadilah kekacauan. Karena pemain cadangan Borneo, mereka banyak menendang bola," imbuh dia.
Lebih lanjut Mauricio Souza pun tak bosan-bosan mengatakan bahwa kepemimpinan wasit adalah faktor penting untuk memperbaiki kualitas pertandingan liga..
Keluhan serupa juga dilontarkan Andritany Ardhiyasa. Kiper senior Persija itu menyoroti dan mempertanyakan mengapa laga sebesar ini, dua tim yang ada di papan atas, tidak dipimpin wasit asing.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Borneo telah mendapatkan 3 poin di malam hari ini. Bicara wasit, mungkin semua bisa menilai apakah layak atau tidak. Dengan pertandingan yang keduanya ada di papan atas, apakah layak atau tidak wasit memimpin?" sambung dia.
"Sementara di beberapa laga saya lihat ada wasit asing. Mengapa partai besar seperti ini tidak dipimpin wasit asing?" tanya Andritany menyelidik.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko