KALTIMPOST.ID, Bentang Karst Sangkulirang-Mangkalihat tengah berjuang mendapat taman bumi atau geopark nasional. Tak terhenti di situ, Pemprov Kaltim juga berupaya mendorong lebih jauh agar warisan geologi di tanah Etam ini bisa menembus daftar UNESCO Global Geopark.
Awal Oktober 2025, tim penilai dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bakal turun untuk pra-asesmen. Di sisi lain, Pemprov menyiapkan penilaian mandiri sejauh mana syarat dan prasyarat terpenuhi untuk bisa mengantongi status taman bumi nasional untuk Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
“Kita coba menghimpun apa saja syarat yang sudah terpenuhi,” ungkap Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni selepas rapat koordinasi pengelolaan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Selasa Sore, 20 September 2025.
Baca Juga: Karst Sangkulirang Disorot Menteri Kebudayaan, Pemkab Kutim Tegaskan Komitmen Pelestarian
Untuk bisa berstatus taman bumi nasional, diperlukan 2.500 poin. Saat ini, skor yang sudah terkumpul baru 1.800. Untuk itu, Pemprov bersama Pemkab Kutai Timur (Kutim) dan Berau yang diasistensi Jaringan Geopark Indonesia mengejar pemenuhan syarat-syarat itu.
Logo jadi salah satu detail yang perlu diperkuat. Pemerintah mendapat bantuan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), lembaga yang sejak awal mendampingi pemerintah agar kawasan itu bisa punya status geopark. Jejak tangan manusia purba di dinding gua, sambung Sri, jadi simbol yang coba diusung.
Upaya mendapatkan status geopark punya proses yang panjang. Sejak 2019, pemprov mulai mendata warisan geologi apa saja yang ada di lanskap Karst Sangkulirang-Mangkalihat seluas 1.8 juta hektare. Dari gua purba, tebing karst, hingga sungai bawah tanah.
Data dan bahan terkumpul, lalu disodorkan ke Kementerian ESDM untuk dikaji agar bisa ditetapkan ditetapkan sebagai geo site atau warisan geologi nasional. Sebanyak 26 geo site ditetapkan ESDM pada 2024. Tersebar di Berau 15 situs, lalu 11 di Kutim.
Berbekal penetapan itu, kolaborasi provinsi, pemkab, serta YKAN kembali bekerja menyusun rencana induk yang perlu diajukan ke Bappenas. Setelah itu barulah situs geologi itu akan diapraisal tim penilai.
Kaltim optimis, Karst Sangkulirang-Mangkalihat bisa mengantongi status taman bumi nasional serta masuk daftar prestisius UNESCO Global Geopark. Alasannya, gua purba dan jejak masa lalu di dalamnya punya identitas khas yang tak ditemukan di taman bumi lain. Ditambah, Kaltim jadi satu-satunya yang mengajukan status tersebut tahun ini.
“Secepatnya mulai disosialisasikan, optimis tahun depat ketika dinilai bisa disetujui dan ditetapkan,” katanya mengakhiri. (*)
Editor : Muhammad Rizki