Saat kejadian, ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan.
Hingga Rabu, 1 Oktober 2025 malam, total 108 korban berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya selamat meski mengalami luka-luka. Diperkirakan masih ada korban yang terjebak di balik reruntuhan.
Tim SAR Evakuasi 7 Korban di Hari ke-3
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyebut tim gabungan mengevakuasi tujuh korban pada Rabu. Lima korban ditemukan selamat dengan luka-luka, sedangkan dua lainnya meninggal dunia.
“Pada hari ini kita berhasil mengevakuasi tujuh korban, lima selamat dan dua dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Bramantyo di Posko SAR Gabungan, Sidoarjo.
Korban Ditemukan dalam Posisi Bersujud
Dua korban meninggal ditemukan lebih dulu dari sektor A1 atau bagian depan reruntuhan sisi kiri. Salah satunya ditemukan dalam posisi bersujud pada pukul 14.42 WIB.
Korban selamat lainnya berhasil dievakuasi secara bertahap, yakni HK (15.52 WIB), WH (16.05 WIB), PTRA (18.02 WIB), FTH (18.40 WIB), dan RSI (20.22 WIB).
Sejumlah korban selamat dirujuk ke RSUD RT Notopuro untuk penanganan medis. Salah satunya, SF, mengalami cedera fraktur. Sementara seorang korban tewas tanpa identitas dievakuasi pukul 18.17 WIB dan dibawa ke RS Siti Hajar untuk proses identifikasi DVI.
Cerita Pilu Kakak yang Berusaha Selamatkan Adik
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang bertakziah ke rumah duka, mengungkapkan kisah haru salah satu keluarga korban.
“Semua anaknya mondok di sana. Kakaknya sempat berusaha menolong adiknya ketika reruntuhan menimpa, tapi adiknya meninggal dunia,” tutur Eri.
Sang kakak yang juga sempat terluka kini telah pulih dan diperbolehkan pulang dari RSUD dr. Soewandhie.
Eri meminta doa dari warga Surabaya karena masih ada satu santri asal Surabaya yang belum ditemukan.
“Saya mohon doa dari semua warga agar korban lainnya segera ditemukan,” ucapnya.
Editor : Uways Alqadrie