KALTIMPOST.ID, Pemprov punya target besar Kaltim swasembada pangan pada 2027 mendatang. Tak hanya beras, tapi juga pangan hewani di sektor peternakan.
Tantangannya cukup berat lantaran populasi sapi saat ini masih berkisar 60-70 ribu ekor. Jauh dari angka ideal kemandirian pangan hewani yang memerlukan sekitar 500-600 ribu ekor sapi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan pemerintah menggunakan dua strategi untuk mencapai target itu. Pertama pendekatan ekonomi kerakyatan, seperti pengembangan desa korporasi ternak (PDKT).
Baca Juga: Menuju Swasembada 2027, Kaltim Dorong CSR Perusahaan untuk Peternakan Lokal
"Kemudian menarik investasi dari luar daerah," katanya beberapa waktu lalu. Dua skema itu perlu ditempuh lantaran program PDKT punya kapasitas terbatas. Hanya mampu memenuhi 20 persen dari kebutuhan total.
Sementara sisanya, datang dari kerja sama dengan investor. Fokus utama pemenuhan swasembada pangan hewani berasal dari jenis ruminansia. Dari sapi, kerbau, kambing, atau domba. "Dengan jumlah sapi saat ini masih banyak yang perlu dikerjakan," akunya.
Besarnya gap antara stok dan kebutuhan membuat pemerintah membuka lebar pintu investasi. Peternakan domba jadi pilihan diverifikasi lantaran lebih tahan penyakit ketimbang ruminansia lain.
Baca Juga: Kaltim Targetkan 350 Ribu Ton Beras, Swasembada Pangan Dibidik 2026
Tak hanya daging ruminansia, sektor unggas juga dimaksimalkan. Mengingat sektor unggas seperti daging ayam lebih mudah tercapai. Bahkan diprediksi pemenuhan pangan hewani dari sektor unggas bisa tercapai sebelum 2029.
Alasannya, kandang modern jenis closed house banyak dibangun di Kaltim. Sementara telur, sama seperti daging sapi dan jenisnya. Perlu jalan panjang mencapai angka ideal.
Saat ini DPKH, aku dia, masih menyusun detail capaian swasembada khusus untuk telur. "Masih dalam perhitungan, melihat potensi di Kaltim," katanya mengakhiri. (*)
Editor : Muhammad Rizki