KALTIMPOST.ID-Menanggapi kondisi program makan bergizi gratis (MBG) di Kaltim, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, pemprov terus memperkuat pelaksanaan MBG melalui pengetatan prosedur, pengawasan, dan peningkatan standar keamanan pangan.
Langkah itu diambil sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh daerah melakukan evaluasi menyeluruh setelah munculnya kasus keracunan massal di beberapa wilayah Indonesia.
Rudy menjelaskan, hingga kini tidak ada laporan kasus keracunan yang terkait dengan program MBG di Kaltim.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga mutu dan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat, terutama pelajar di tingkat dasar dan menengah.
“Insyaallah di Kaltim tidak ada kejadian seperti itu. Kami akan terus memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak tetap terjaga dan layak konsumsi di seluruh wilayah,” ujar Rudy, Jumat (3/10).
Kasus makanan basi yang sempat dikeluhkan sejumlah siswa SMA 13 Samarinda dijadikan bahan evaluasi oleh pemprov.
Diskes Kaltim pun lanjutnya, segera menurunkan tim untuk menelusuri sumber masalah mulai dari dapur pengolahan hingga proses distribusi.
Sebagai tindak lanjut, pemprov kini memperkuat standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan makanan.
Salah satu upaya dilakukan melalui pelatihan penjamah makanan yang diikuti sekitar 150 petugas dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Samarinda dan kabupaten/kota lainnya.
“Meski ada sorotan di tingkat nasional, pelaksanaan program di Kaltim tetap berjalan dengan pengawasan berlapis dan peningkatan mutu yang berkesinambungan,” ucapnya. (rd)
Editor : Romdani.