Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kekayaan Rp46,6 Miliar, Dony Oskaria Resmi Nahkodai BP BUMN Era Prabowo

Uways Alqadrie • Rabu, 8 Oktober 2025 | 18:07 WIB

Dony Oskaria
Dony Oskaria
KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dalam upacara pelantikan di Istana Negara, Rabu siang, 8 Oktober 2025.

Nama Dony sudah tak asing di lingkar pemerintahan. Ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri BUMN, lalu dipercaya sebagai pelaksana tugas Menteri BUMN usai Erick Thohir dipindahkan ke kursi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pelantikan ini sekaligus menandai perubahan besar di tubuh kementerian itu. Berdasarkan revisi keempat Undang-Undang BUMN, lembaga tersebut resmi bertransformasi menjadi BP BUMN, lembaga baru yang berfungsi sebagai regulator dan pengawas korporasi milik negara.

Dari CT Corp ke Istana Negara

Karier Dony menanjak cepat dalam dua dekade terakhir. Pria kelahiran Tanjung Alam, Tanah Datar, Sumatera Barat, tahun 1969 itu memulai langkahnya di dunia korporasi dari bawah. 

Pernah menjadi Managing Director Bank Mega (2012–2014), lalu Komisaris Garuda Indonesia (2014–2019), hingga CEO AntaVaya dan Trans Studio Mall di bawah grup CT Corp milik Chairul Tanjung.

Di lingkungan BUMN, namanya makin dikenal setelah memimpin InJourney—holding pariwisata dan aviasi pelat merah. 

Kepemimpinan Dony di sana disebut berhasil menata ulang arah bisnis sektor pariwisata pasca-pandemi.

Awal 2025, Dony juga dipercaya sebagai Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, superholding BUMN yang dibentuk Prabowo untuk mengelola dana kekayaan negara. 

Danantara kini menjadi lembaga yang mengonsolidasikan fungsi investasi dan pengawasan korporasi pelat merah, yang sebelumnya berada di bawah Kementerian BUMN.

Latar Belakang dan Aset

Dony menamatkan pendidikan menengah di Padang dan Jakarta, lalu sempat kuliah di Universitas Andalas jurusan Akuntansi sebelum pindah ke Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. 

Ia kemudian meraih gelar MBA dari The Asian Institute of Management, Filipina, pada 2009.

Data LHKPN KPK tahun 2023 mencatat kekayaannya mencapai Rp46,68 miliar, terdiri atas aset tanah dan bangunan di Jakarta dan Padang senilai Rp19,8 miliar, dua mobil mewah—Toyota Alphard dan Mini Cooper.

Serta surat berharga senilai Rp17,6 miliar. Ia juga tercatat memiliki utang sekitar Rp16,79 miliar.

Penguatan Peran Negara di BUMN

Penunjukan Dony menandai langkah Prabowo memperkuat tata kelola korporasi pelat merah di bawah satu atap. BP BUMN diharapkan menjadi lembaga yang memadukan fungsi pengawasan, regulasi, dan investasi strategis negara.

“Transformasi kelembagaan ini bukan hanya perubahan nama, tetapi perubahan paradigma,” ujar seorang pejabat di lingkungan Istana yang enggan disebutkan namanya.

Dengan latar korporasi yang panjang dan reputasi profesional di sektor investasi, Dony kini memikul tanggung jawab besar: mengawal arah baru BUMN di era superholding.

 

Editor : Uways Alqadrie
#BP BUMN #Presiden Prabowo 2025 #dony oskaria