Suasana haru bercampur tegang menyelimuti area pemakaman saat proses autopsi berlangsung hampir dua jam.
Hasilnya mencengangkan. Anti dipastikan tewas bukan karena sebab alami, melainkan akibat dicekik hingga kehabisan napas. Temuan itu disampaikan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan.
“Dari hasil autopsi, ada tanda kekerasan di leher korban. Kami menduga kuat korban dicekik, kemudian tangannya diikat dan mulutnya disumpal,” ujar Andrie di lokasi.
Proses autopsi dilakukan oleh tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, disaksikan keluarga korban yang tak kuasa menahan tangis. Permintaan autopsi dilakukan setelah hasil visum awal dianggap tidak menjelaskan penyebab pasti kematian Anti.
Dokter forensik Indra Syakti Nasution mengungkapkan bahwa Anti dalam kondisi hamil muda. Luka ditemukan di bagian leher, bibir, dan pipi, sedangkan darah di paha korban masih diselidiki sumbernya.
“Kemungkinan ada kekerasan fisik dan seksual sebelum korban meninggal,” jelasnya.
CCTV Ungkap Jejak Pria Misterius
Rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi kunci utama. Dari hasil penelusuran, Anti terlihat datang dan melakukan check-in bersama seorang pria pada hari kejadian.
Pria itu bukan suaminya, melainkan teman dekat yang kini diduga kuat sebagai pelaku.
“Kami sudah memiliki rekaman wajah pria tersebut. Saat ini tim tengah memastikan identitasnya sebelum melakukan langkah penangkapan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Harryo Sugihartono, Selasa (14/10/2025).
Dugaan teman dekat itu diperkuat pengakuan suami korban, Adi Rosadi (36). Ia mengaku sempat menemukan pesan mesra antara Anti dan seorang pria beberapa bulan lalu.
Baca Juga: Kasus Bullying Berujung Maut di SMPN 1 Geyer, Orang Tua Korban: Ini Soal Nyawa, Bukan Maaf!
“Saya sudah maafkan, tapi ternyata hubungan itu masih berlanjut,” ujarnya dengan suara tertahan.
Barang berharga milik korban—termasuk ponsel dan kartu identitas—hilang dari lokasi. Polisi menduga pelaku sengaja mengunci kamar dari dalam lalu melarikan diri melalui jendela lantai dua.
Hasil penyelidikan menunjukkan, sepeda motor milik korban juga raib bersamaan dengan kematiannya. Polisi menduga pelaku bukan hanya melakukan pembunuhan, tetapi juga pencurian dan kekerasan fisik.
“Selain pembunuhan, ada dugaan pencurian kendaraan dan kekerasan seksual terhadap korban,” kata Harryo.
Dugaan kekerasan seksual muncul setelah tim forensik menemukan tubuh Anti dalam kondisi mengenakan lingerie tanpa pakaian dalam, tertutup sprei di lantai kamar.
Temuan itu memperkuat kecurigaan bahwa pelaku sempat melakukan tindakan pelecehan sebelum menghabisi nyawa korban.
Tubuh Anti tergeletak di lantai kamar nomor 8. Tangan terikat kain hijab, mulut disumpal pakaian dalam, dan tubuhnya penuh lebam. Pakaian korban sudah tak utuh.
Petugas hotel yang curiga karena tamu belum check-out akhirnya membuka kamar dengan kunci cadangan. Begitu pintu terbuka, bau menyengat segera menyebar.
“Korban diperkirakan meninggal lebih dari 12 jam sebelum ditemukan,” ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Harryo Sugihhartono, Senin (13/10/2025).
Anti diketahui pamit kepada suaminya, Adi Rosiadi (36), untuk mencari orderan sebagai kurir makanan dan ojek daring. Namun, sejak sore hari itu, ia tak pernah kembali.
“Terakhir dia pamit mau cari orderan sekitar jam empat sore,” kata Adi saat ditemui di rumah duka di kawasan Plaju, Palembang.
Di rumah duka kawasan Plaju Darat, suasana duka masih menyelimuti. Ayah korban, Agus Nasi (56), belum mampu menerima kepergian anaknya.
“Dia pamit antar suami kerja, katanya mau ambil orderan, tapi tak pernah pulang,” katanya.
Editor : Uways Alqadrie