Produk yang diberi label Susu Sekolah dengan kemasan 125 mililiter itu menjadi sorotan publik. Sebagian pihak menuding adanya manipulasi dalam pelaksanaan MBG karena susu yang dibagikan bukanlah susu segar sepenuhnya.
Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menepis tudingan tersebut. Mereka memastikan bahwa formulasi susu MBG telah mengikuti Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2023, dan nilai gizinya setara dengan susu cair penuh (full cream milk).
“Walaupun belum 100 persen berbasis susu segar lokal, kandungan protein, kalsium, dan vitamin D di dalamnya setara dengan susu segar,” kata Epi Taufik, Tim Pakar Bidang Susu BGN, Selasa, 14 Oktober 2025.
Epi menegaskan, anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi sesuai kebutuhan tumbuh kembang mereka.
“Kalsium tidak kurang dari 15 persen kebutuhan harian, lemak minimal 3 persen, protein 2,7 persen, dan karbohidrat serta mineral sekitar 7,8 persen,” ujarnya.
“Jadi tidak benar kalau sisanya hanya air,” tambahnya.
Konsumsi Susu Nasional Naik
Menurut Epi, sejak program MBG berjalan, permintaan susu dalam negeri meningkat tajam.
“Sebelum MBG, kebutuhan susu nasional sekitar 4,7 juta ton per tahun. Sekarang melonjak jadi lebih dari 8 juta ton,” ungkapnya.
Kenaikan ini, kata Epi, membuka peluang besar bagi peternak lokal untuk memperluas produksi dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Dampak Ekonomi dan Produksi Lokal
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menambahkan bahwa pelaksanaan MBG bukan semata soal kadar susu segar, melainkan membangun fondasi pasar domestik yang berkelanjutan.
“Program ini menciptakan efek domino. Peternak, produsen pakan, dan industri pengolahan ikut bergerak,” ujar Hida.
Ia juga menyebut bahwa 90 persen pasokan susu segar nasional saat ini berasal dari peternak kecil dan menengah. Dengan MBG, mereka mendapat kepastian pasar untuk meningkatkan kualitas dan volume produksi.
“Yang penting bukan berapa persen kandungannya hari ini, tapi bagaimana program ini membuka jalan bagi peningkatan produksi lokal,” katanya.
“Begitu peternak siap, kandungan lokal akan naik seiring waktu.”
Editor : Uways Alqadrie