Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan pada Senin (13/10), Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, “Itu tidak benar. Sesuai rencana awal, Presiden akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan agendanya di Mesir.”
Namun sebelumnya, beberapa media Israel seperti The Times of Israel, Channel 12, JNS, dan i24NEWS melaporkan bahwa Prabowo dijadwalkan mengunjungi wilayah pendudukan pada 14–15 Oktober.
Rumor ini makin menguat setelah Hananya Naftali, penasihat digital PM Israel Benjamin Netanyahu, mengunggah klaim serupa di Instagram.
“Presiden Indonesia mungkin akan datang ke Israel besok, menurut media Israel. Saya harap ini terjadi. Waktunya berdamai,” tulis Naftali.
Klaim tersebut cepat menyebar, terutama karena Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari prinsip konstitusi.
Meski isu ini memicu spekulasi, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tidak ada agenda kunjungan ke Israel dan akan terus mendukung serta berada pada pihak Palestina. (*)
Editor : Uways Alqadrie