Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tragedi di Kampus Unud: Saat Bullying Mengambil Nyawa dan Empati Dipertanyakan

Dwi Puspitarini • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17:47 WIB
Universitas Udayana, Denpasar, lokasi tempat mahasiswa Timothy Anugerah Saputra ditemukan meninggal dunia.
Universitas Udayana, Denpasar, lokasi tempat mahasiswa Timothy Anugerah Saputra ditemukan meninggal dunia.

KALTIMPOST.ID, Suasana di kampus Universitas Udayana (Unud), Bali, mendadak hening pada Rabu (15/10/2025).

Seorang mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Timothy Anugerah Saputra (22), ditemukan tak bernyawa setelah terjatuh dari lantai empat gedung fakultas.

“Korban terlihat seperti orang panik, berjalan cepat sambil melihat ke sekeliling,” ujar Kompol I Ketut Sukadi, Kasi Humas Polresta Denpasar, saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, Timothy sempat terlihat membawa ransel dan mengenakan kemeja putih sebelum akhirnya melompat.

Beberapa menit setelah kejadian, mahasiswa lain dan petugas keamanan bergegas menolong. Korban dibawa ke RSUP Prof IGNG Ngoerah, Denpasar.

Namun, nyawanya tak tertolong. Ia mengalami patah di beberapa bagian tubuh dan dinyatakan meninggal pukul 13.03 WITA.

 Baca Juga: Prabowo: Saya Dibikin Bisa Nyanyi! Prabowo Ungkapkan tentang Bahaya Teknologi AI

 “Candaan” yang Jadi Luka

Belakangan, unggahan percakapan grup WhatsApp mahasiswa Unud beredar luas di media sosial. Bukannya berduka, sebagian mahasiswa malah menertawakan kematian Timothy.

Beberapa bahkan membandingkan fisik korban dengan konten kreator Kekeyi, memantik kemarahan publik.

Sikap tak berempati itu membuat masyarakat dan mahasiswa lain geram. “Miris, mereka mahasiswa tapi kehilangan rasa kemanusiaan,” tulis salah satu pengguna X (Twitter).

 Baca Juga: 4 Kali Kalah, Tetap Berdiri! Ini Cara Prabowo Hadapi Gagal yang Tak Banyak Diketahui

Kampus Turun Tangan

Menanggapi hal tersebut, pihak FISIP Unud langsung bergerak cepat. Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, menyatakan mahasiswa yang terlibat telah dijatuhi sanksi akademik.

“Sanksinya berupa pengurangan nilai soft skill satu semester. Kami juga minta mereka buat surat pernyataan dan video klarifikasi,” kata Anom dalam siaran langsung akun Instagram @dpmfisipunud, Kamis (16/10).

Namun, Anom menegaskan bahwa sanksi itu bukan bentuk kebencian. “Kami ini guru. Tugas kami mendidik, bukan membenci,” ujarnya tegas.

 Baca Juga: Prompt AI Doodle Art Bergaya Graffiti, Edit Foto Biasa Jadi Karya Seni Keren dalam Sekejap!

Dugaan Gangguan Mental

Di sisi lain, beberapa rekan dan petugas kebersihan menyebut Timothy sudah lama mengalami tekanan batin.

“Dia sering membenturkan kepala ke tembok kalau frustrasi,” ungkap salah satu sumber di kampus yang enggan disebut namanya.

Pesan berantai di kalangan mahasiswa juga memperkuat dugaan bahwa Timothy pernah menunjukkan tanda-tanda gangguan mental. Ia disebut pernah mencoba melompat dari gedung sebelumnya.

 Baca Juga: 10 Prompt AI Arabian Style Ini Bisa Ubah Foto Jadi Super Realistis, Serasa Jadi Model Eksklusif di Padang Pasir

Catatan

Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar Anda merasakan gejala depresi atau pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#denpasar #Timothy Anugerah Saputra #empati #kesehatan mental #bullying #Universitas Udayana (UNUD) Bali