KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Timur (Kutim) harus menghadapi tantangan besar setelah adanya pemangkasan dana transfer umum (DTU) dari pemerintah pusat sebesar 48,8 persen pada tahun anggaran 2025.
Dari sebelumnya Rp 6,37 triliun, dana tersebut kini hanya akan diterima sebesar Rp 3,26 triliun.
Kendati demikian, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, terutama jalan, tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Prioritas ya kalau jalan rusak. Mungkin kita, kalau pun pemangkasan, kita masih banyak hal yang bisa kita lakukan,” ujar Mahyunadi, Selasa (14/10).
Ia menjelaskan, Pemkab Kutim akan memaksimalkan sumber daya dan kerja sama lintas pihak.
Termasuk dengan Pemprov Kaltim dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.
“Mungkin kita juga minta bantuan provinsi dan lain sebagainya, dan perusahaan-perusahaan lain. Banyak jalan menuju Roma,” tegasnya.
Menurut Mahyunadi, meski koordinasi antarlembaga kadang menjadi kendala. Namun pemerintah terus mencari solusi agar proyek strategis tetap berjalan. Termasuk penambahan jalan baru di sejumlah wilayah potensial.
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan jalan dari Sariung menuju Tanjung Mangkalihat, yang disebut Mahyunadi akan tetap berlanjut.
“Enggak ada pengaruh berpengaruh (terhadap pemangkasan dana), kita manfaatkan keberadaan perusahaan yang ada di sana,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, perusahaan yang beroperasi di sekitar jalur tersebut akan dilibatkan dalam pengerasan ataupun pembukaan badan jalan.
Langkah itu, kata dia, sekaligus menjadi bentuk sinergi antara dunia usaha dan pemerintah untuk kepentingan masyarakat luas.
“Kita sekarang sudah memaksimalkan keberadaan perusahaan. Kita ‘kan enggak pernah minta apa-apa juga. Makanya kita ke perusahaan minta pembangunan itu dimaksimalkan untuk masyarakat juga. Untuk mereka (perusahaan) juga sebenarnya,” katanya.
Jalan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai jalur umum. Termasuk untuk kendaraan besar dan berpotensi menjadi akses alternatif menuju Kecamatan Sandaran hingga menuju Biduk-Biduk, Berau.
“Bahkan nanti kalau tembus ke situ mungkin orang ke Biduk-Biduk lewat situ,” pungkas Mahyunadi. (rd)
Editor : Romdani.