KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Ada beberapa faktor kaburnya tahanan dari ruang jeruji besi. Di Samarinda, dalam kurun waktu satu dekade lebih, sudah empat kali penjara dibobol tahanan.
Timah panas bersarang di kedua kaki salah satu tahanan dari 10 orang yang sempat kabur. Yang terindikasi sebagai otak dari peristiwa kaburnya tahanan. Kini, sudah 10 dari 15 tahanan yang sempat kabur sudah kembali dibekuk.
“Jadi kalau terkait siapa dalang dari balik peristiwa itu kami sudah menemukan siapa indikasinya. Tapi dari 10 itu, kami masih dalami pemeriksaan para tahanan yang sempat kabur,” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar. “Kami ingin lihat perannya masing-masing, jadi dari mereka yang sudah diamankan masih melempar kepada lima yang masih kabur (sebagai dalang),” imbuhnya.
Sebelumnya, hingga pukul 19.00 Wita, Minggu (19/10), tim opsnal reserse kriminal gabungan dari seluruh polsek jajaran, bersama Jatanras Polresta Samarinda dan Polda Kaltim, telah mengamankan enam orang. “Seperti yang rekan-rekan juga ikuti hingga tengah malam, ada tambahan lagi yang diamankan. Hingga pagi, kami sudah mengamankan 10 tahanan, dan sudah berada di Polresta Samarinda,” sambung Hendri.
Perwira menengah Polri berpangkat melati tig tersebut menegaskan, dari tahanan yang sudah diamankan kembali, secara keseluruhan diamankan masih di area Samarinda. “Kami sudah batasi ruang gerak khususnya di pintu keluar-masuk Samarinda. Kami juga sudah imbau ke bhabinkamtibmas hingga tingkat RT, jika menemukan orang yang dicurigai, segera laporkan,” tegasnya.
Hendri membeber, terungkapnya tahanan kabur itu berawal dari pengecekan, termasuk pemantauan closed circuit television (CCTV). “Dari yang jumlah seharusnya itu 30, tapi hanya tersisa 15. Begitu dicek, ternyata kabur melalui kloset yang dipukul menggunakan pipa besi dan paku,” bebernya.
Disinggung mengenai sistem keamanan penjagaan ruang tahanan, alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu menyebut, bakal ada evaluasi sistem penjagaan. “Pasti evaluasi dilakukan, ada hal-hal yang harus dibenahi. Tapi fokus kami untuk waktu terdekat adalah bisa mengamankan yang masih kabur,” sebutnya.
“Saya juga mengimbau kepada keluarga atau rekan dari tahanan yang kabur, untuk bisa menyerahkan diri. Karena kabur dari sebuah penyidikan itu bukan solusi,” bebernya. Namun, Hendri menegaskan, akan ada pemberatan dalam perkara yang sedang dijalani.
Secara kapasitas ruangan, lanjut Hendri, itu masih dari cukup meski yang ditampung hingga 30 orang. “Karena bangunan Polsek Samarinda Kota itu kan dulunya polres, jadi kapasitasnya cukup besar. Dan CCTV semua berfungsi,” tegasnya.
Untuk diketahui, 15 tahanan yang sempat kabur itu rupanya sudah membuat lubang selebar sekitar 40 sentimeter di saluran pembuangan, menggunakan pipa besi yang dipakai untuk jemuran. Aksi pembuatan lubang itu dilakukan sejak Jumat (17/10) lalu.
Sementara itu, dari catatan media ini, aksi tahanan yang bobol jeruji besi, sudah terjadi beberapa kali di Samarinda. Seperti di Polsek Sungai Pinang yang terjadi pada 2014. Kemudian di Polsek Samarinda Ulu dan Samarinda Kota. (lihat infografis). (*)
Editor : Dwi Restu A