KALTIMPOST.ID, Pemprov Kaltim tengah bersiap mengalihkan pandangan dari energi fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan. Namun langkah itu perlu didukung perencanaan yang matang agar ekonomi daerah, yang selama ini bergantung ke energi fosil, tak ambruk ketika transisi ditempuh.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan peralihan ke EBT jadi sebuah keharusan seiring menurunnya permintaan energi fosil di pasar global.
“Sekitar 60 persen pendapatan daerah masih berasal dari hasil energi fosil. Jadi perlu dipersiapkan langkah-langkah agar tak berdampak ke stabilitas ekonomi di daerah,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Kaltim sudah menyusun peta jalan transisi energi. Lewat Rencana Umum Energi Daerah (RUED), Bumi Etam diproyeksikan menggunakan 70 persen EBT pada 2045. “Transisi itu bukan tidak berdampak. Tetap ada, terutama soal pendapatan daerah,” katanya.
Saat ini, pemerintah tengah menyusun formula agar transisi itu berjalan tanpa menghambat laju perekonomian yang ada saat ini. Selain mencari sumber-sumber pendapatan yang lebih ramah lingkungan ke depannya. “Kaltim pasti bisa bertransformasi ke energi bersih sehingga lingkungan jadi lebih baik,” tutupnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki