Negara-negara di dunia mulai waspada karena perang dagang ini bukan hanya soal barang elektronik atau teknologi, tapi juga menyentuh bahan mentah penting untuk industri.
Amerika Serikat saat ini semakin membatasi ekspor teknologi tinggi ke Tiongkok, terutama chip dan mesin semikonduktor.
Sebagai balasan, pemerintah Tiongkok juga mengetatkan ekspor bahan-bahan penting seperti grafit, galium, dan germanium. Bahan-bahan ini dipakai di berbagai produk seperti mobil listrik, baterai, dan panel surya.
Akibatnya, harga-harga bahan mentah ini melonjak tajam di pasar dunia. Misalnya, harga grafit naik lebih dari 20% hanya dalam waktu beberapa minggu. Banyak negara dan perusahaan mulai panik karena pasokan bisa terhambat.
Tiongkok selama ini adalah pemasok utama bahan-bahan langka tersebut, dan jika pasokan terganggu, produksi berbagai barang juga ikut terhambat.
“Pasar global masih terlalu bergantung pada Tiongkok untuk bahan mentah penting. Ketika Tiongkok batasi ekspor, negara lain langsung kebingungan,” kata Ellen Wald, analis energi global, dikutip dari Al Jazeera.
Komoditas lain yang juga ikut terdampak adalah tembaga, litium, dan nikel. Bahan yang banyak digunakan untuk baterai mobil listrik dan energi terbarukan. (*)
Editor : Uways Alqadrie