Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, seluruh nama yang diajukan telah melalui proses verifikasi panjang, mulai dari tingkat daerah hingga kementerian.
“Sebelum sampai ke pusat, usulan dibahas di tingkat kabupaten dan provinsi, melibatkan masyarakat, ahli sejarah, serta dokumen pendukung,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul, Kamis, 24 Oktober 2025, di Jakarta.
Setelah melalui tahapan tersebut, kata Gus Ipul, berkas usulan diserahkan ke Dewan Gelar untuk ditelaah lebih lanjut. “Beberapa nama sebenarnya sudah diajukan sejak lama, dan kini kembali memenuhi syarat untuk dinilai ulang,” ucapnya.
Dalam daftar yang disampaikan, tercantum nama Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh Marsinah. Ketiganya menjadi sorotan karena mewakili periode sejarah dan perjuangan yang berbeda.
Selain tiga nama itu, sejumlah tokoh dari berbagai daerah juga kembali masuk daftar pertimbangan.
Dari Jawa Timur ada KH Muhammad Yusuf Hasyim, dari Sulawesi Barat Demmatande, serta KH. Abbas Abdul Jamil dari Jawa Barat.
Beberapa nama lain merupakan usulan lama yang ditunda pada periode sebelumnya, seperti Hajjah Rahmah El Yunusiyyah dari Sumatera Barat, Ali Sadikin dari DKI Jakarta, Letkol Moch. Sroedji dari Jawa Timur, dan Prof. Dr. Aloei Saboe dari Gorontalo.
Sementara itu, sejumlah tokoh yang pernah diajukan antara 2010 hingga 2023 juga diajukan kembali tahun ini karena dinilai telah memenuhi kriteria tambahan. Di antaranya KH Abdurrahman Wahid, HM Soeharto, Jenderal TNI (Purn) M Jusuf, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, serta Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja.
Proses penentuan pahlawan nasional biasanya berlangsung menjelang peringatan Hari Pahlawan, setiap 10 November. Dewan Gelar akan menilai aspek jasa, kontribusi, serta keteladanan tokoh-tokoh tersebut terhadap bangsa.
Usulan terhadap Soeharto kembali memunculkan perdebatan publik. Sebagian pihak menilai jasanya besar dalam menjaga stabilitas nasional, sementara yang lain mengingat pelanggaran HAM pada masa Orde Baru.
Adapun nama Marsinah, buruh perempuan yang tewas pada 1993, diusulkan karena perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Gus Dur sendiri sudah lama dianggap figur yang menyatukan dan memperjuangkan nilai kemanusiaan lintas golongan.
“Setiap nama membawa kisah perjuangan masing-masing. Pemerintah hanya memastikan prosesnya objektif dan sesuai prosedur,” kata Gus Ipul.
Daftar 40 Tokoh yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional 2025
Usulan Baru 2025
1. KH. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur
2. Demmatande – Sulawesi Barat
3. KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat
4. Marsinah – Jawa Timur
Usulan Tunda 2024
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
6. Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku
7. Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta
8. Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Sulawesi Utara
9. Mr. Gele Harun – Lampung
10. Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur
11. Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo
12. Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah
13. Mahmud Marzuki – Riau
14. Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh
15. Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur
16. Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan
17. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
18. Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa Barat
19. KH. Wasyid – Banten
20. Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah
Usulan Memenuhi Syarat Diajukan Kembali (2011–2023)
21. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
22. KH. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur
23. H.M. Soeharto – Jawa Tengah
24. KH. Bisri Syansuri – Jawa Timur
25. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
26. Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan
27. H.B. Jassin – Gorontalo
28. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
29. M. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur
30. dr. Kariadi – Jawa Tengah
31. R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah
32. Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah
33. Raden Soeprapto – Jawa Tengah
34. Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta
35. KH. Sholeh Iskandar – Jawa Barat
36. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Sumatera Barat
37. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
38. Prof. Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku
39. Chatib Sulaiman – Sumatera Barat
40. Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi Tengah
Editor : Uways Alqadrie