Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Daftar Nama 40 Tokoh yang Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional, dari Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah

Uways Alqadrie • Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:30 WIB

Dua mantan presiden Indonesia, HM Soeharto dan Abdurrahman Wahid masuk dalam 40 nama yang diusulkan menjadi pahlawan nasional. (FOTO: IST)
Dua mantan presiden Indonesia, HM Soeharto dan Abdurrahman Wahid masuk dalam 40 nama yang diusulkan menjadi pahlawan nasional. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Kementerian Sosial menyerahkan daftar 40 tokoh yang diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, seluruh nama yang diajukan telah melalui proses verifikasi panjang, mulai dari tingkat daerah hingga kementerian. 

“Sebelum sampai ke pusat, usulan dibahas di tingkat kabupaten dan provinsi, melibatkan masyarakat, ahli sejarah, serta dokumen pendukung,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul, Kamis, 24 Oktober 2025, di Jakarta.

Setelah melalui tahapan tersebut, kata Gus Ipul, berkas usulan diserahkan ke Dewan Gelar untuk ditelaah lebih lanjut. “Beberapa nama sebenarnya sudah diajukan sejak lama, dan kini kembali memenuhi syarat untuk dinilai ulang,” ucapnya.

Dalam daftar yang disampaikan, tercantum nama Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh Marsinah. Ketiganya menjadi sorotan karena mewakili periode sejarah dan perjuangan yang berbeda.

Selain tiga nama itu, sejumlah tokoh dari berbagai daerah juga kembali masuk daftar pertimbangan. 

Dari Jawa Timur ada KH Muhammad Yusuf Hasyim, dari Sulawesi Barat Demmatande, serta KH. Abbas Abdul Jamil dari Jawa Barat.

Beberapa nama lain merupakan usulan lama yang ditunda pada periode sebelumnya, seperti Hajjah Rahmah El Yunusiyyah dari Sumatera Barat, Ali Sadikin dari DKI Jakarta, Letkol Moch. Sroedji dari Jawa Timur, dan Prof. Dr. Aloei Saboe dari Gorontalo.

Sementara itu, sejumlah tokoh yang pernah diajukan antara 2010 hingga 2023 juga diajukan kembali tahun ini karena dinilai telah memenuhi kriteria tambahan. Di antaranya KH Abdurrahman Wahid, HM Soeharto, Jenderal TNI (Purn) M Jusuf, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, serta Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja.

Proses penentuan pahlawan nasional biasanya berlangsung menjelang peringatan Hari Pahlawan, setiap 10 November. Dewan Gelar akan menilai aspek jasa, kontribusi, serta keteladanan tokoh-tokoh tersebut terhadap bangsa.

Usulan terhadap Soeharto kembali memunculkan perdebatan publik. Sebagian pihak menilai jasanya besar dalam menjaga stabilitas nasional, sementara yang lain mengingat pelanggaran HAM pada masa Orde Baru.

Adapun nama Marsinah, buruh perempuan yang tewas pada 1993, diusulkan karena perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Gus Dur sendiri sudah lama dianggap figur yang menyatukan dan memperjuangkan nilai kemanusiaan lintas golongan.

“Setiap nama membawa kisah perjuangan masing-masing. Pemerintah hanya memastikan prosesnya objektif dan sesuai prosedur,” kata Gus Ipul.

Daftar 40 Tokoh yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional 2025

Usulan Baru 2025

1. KH. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur

2. Demmatande – Sulawesi Barat

3. KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat

4. Marsinah – Jawa Timur

Usulan Tunda 2024

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat

6. Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku

7. Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta

8. Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Sulawesi Utara

9. Mr. Gele Harun – Lampung

10. Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur

11. Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo

12. Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah

13. Mahmud Marzuki – Riau

14. Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh

15. Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur

16. Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan

17. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara

18. Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa Barat

19. KH. Wasyid – Banten

20. Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah

Usulan Memenuhi Syarat Diajukan Kembali (2011–2023)

21. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur

22. KH. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur

23. H.M. Soeharto – Jawa Tengah

24. KH. Bisri Syansuri – Jawa Timur

25. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat

26. Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan

27. H.B. Jassin – Gorontalo

28. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat

29. M. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur

30. dr. Kariadi – Jawa Tengah

31. R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah

32. Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah

33. Raden Soeprapto – Jawa Tengah

34. Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta

35. KH. Sholeh Iskandar – Jawa Barat

36. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Sumatera Barat

37. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara

38. Prof. Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku

39. Chatib Sulaiman – Sumatera Barat

40. Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi Tengah

 

Editor : Uways Alqadrie
#gus dur #Kementerian Sosial (Kemensos) RI #pahlawan nasional #pak harto #marsinah