Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Dukung Pendidikan Warga, Desa Sepatin Kukar Siapkan Dana Rp 125 Juta untuk Santri dan Hafiz Al-Qur’an

Dwi Restu Amrullah • Minggu, 26 Oktober 2025 | 08:05 WIB
Kepala Desa Sepatin Arianto Juanda
Kepala Desa Sepatin Arianto Juanda

KALTIMPOST.ID-Kepala Desa Sepatin Arianto Juanda siang itu tampil nyentrik dengan topi diarahkan ke belakang, baju dan celana skinny hitam, serta sepatu Converse high hitam.

Namun, di balik tampilannya yang santai, ada misi serius terhadap pengembangan Sepatin. Baginya, investasi utama adalah lewat pendidikan. Dia melihat masa depan anak-anak harus bisa lebih cerah.

“Contohnya PAUD, itu digratiskan. Seragamnya dibagikan juga. Beasiswa juga kami anggarkan. Untuk PAUD itu menyeluruh, tapi kalau SD sampai SMP itu satu kelas enam orang yang dapat beasiswa. Jadi dari yang enam itu terbagi lagi, tiga yang memerlukan, tiganya lagi siswa berprestasi,” ungkapnya.

Khusus anak-anak Sepatin yang mondok di pesantren, di mana pun tempatnya, pihak desa akan membayarkan biaya sekolahnya.

“Sejauh ini sudah ada 10 anak yang mendaftarkan diri, insyaallah akan kami fasilitasi itu,” sambungnya.

Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan bagi anak yang hendak melanjutkan pendidikan ke pesantren ada Rp 100 juta.

Ada lagi tambahan bagi penghafal Al-Qur’an Rp 25 juta. “Jadi totalnya Rp 125 juta, itu kami ambil dari anggaran desa,” sambungnya.

Terkait SMP 6 Anggana yang cukup banyak diganjar prestasi, Arianto merasa sangat bangga. “Itu juga membantu mendongkrak nama Desa Sepatin juga,” imbuhnya.

Dia tak menampik bahwa belum secara menyeluruh masyarakat paham tentang pentingnya pendidikan.

Dengan adanya guru penggerak dari PHM, serta kemudahan yang diberikan pemerintah desa lewat beasiswa, dia menggaransi tahun ini tak ada anak-anak di Desa Sepatin yang putus sekolah hingga SMP. “Jadi mereka rata-rata melanjutkan ke SMA yang ada di Sungai Meriam,” sebutnya.

Arianto menyebut, ada dua masalah utama yang jadi concern pemerintah desa hingga saat ini. “Sampah plastik dan narkoba. Itu luar biasa,” ujarnya.

Namun, dia ingin menyelesaikan itu lewat pendekatan agamais dan pendidikan. “Jadi anak-anak seperti yang mondok, atau yang melanjutkan sekolah ke luar itu nantinya kembali, sudah ada modal besar untuk membentengi masalah-masalah itu,” bebernya.

Sepatin kini tak lagi hanya desa di ujung delta. Ada cerita tentang “cahaya” bisa tumbuh dari sinar matahari, ada mimpi bisa menembus batas. Satu hal yang pasti, masa depan mereka kini lebih terang dari sebelumnya. (rd)

DWI RESTU A

restu@kaltimpost.co.id

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #dana desa #kutai kartanegara #pendidikan 12 tahun #Kecamatan Anggana