KALTIMPOST.ID,– Beberapa jam sebelum dijemput Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Riau Abdul Wahid sempat memberikan pesan tegas tentang pentingnya kedisiplinan aparatur negara.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan birokrasi hanya bisa dicapai jika setiap pegawai memiliki integritas dan disiplin tinggi.
Hal itu disampaikannya dalam apel latihan penyegaran aparatur sipil Pamong Praja di Lapangan Helipad kediaman gubernur, Senin (3/11/2025).
Abdul Wahid memberi instruksi langsung kepada Satpol PP agar memperkuat pengawasan dan penegakan disiplin di lingkungan Pemprov Riau.
“Banyak orang pintar dan hebat, tapi tidak semua bisa disiplin. Disiplin itu susah kalau tidak terbiasa. Mengapa negara tidak teratur? Karena peraturannya ada tapi tidak dilaksanakan,” ucap Wahid dalam sambutannya.
Ia juga meminta Satpol PP tidak ragu menindak pegawai yang kedapatan berkeliaran di luar kantor pada jam kerja. “Satpol PP harus benar-benar jadi penegak kedisiplinan,” tegasnya.
Beberapa jam setelah apel itu, tim KPK dilaporkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Abdul Wahid di Pekanbaru.
Ia diamankan bersama 9 pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada Senin, 3 November 2025.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ditangkap dalam dugaan raktik korupsi terkait proyek di Dinas PUPR Riau. (*)
Editor : Thomas Priyandoko