Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Yang Pegang Dolar Hati-hati! Menkeu Purbaya Minta Segera Dilepas, Yakin Rupiah Segera Menguat

Uways Alqadrie • Selasa, 4 November 2025 | 19:30 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak menahan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp16.600 per dolar AS.

Ia optimistis rupiah akan kembali menguat seiring membaiknya kinerja ekonomi nasional.

“Kalau ekonomi kita tumbuh baik, investor asing pasti datang. Investasi masuk, dan rupiah akan menguat signifikan,” ujar Purbaya dalam rapat dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Senin, 3 November 2025.

Ia bahkan menyarankan agar masyarakat menjual dolar yang dimiliki saat ini. “Jangan pegang dolar sekarang, jual saja. Begitu ekonomi bergerak, nilai tukar akan menguat,” kata dia.

Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 kemungkinan sedikit lebih rendah dari capaian kuartal sebelumnya yang sebesar 5,12 persen secara tahunan. Namun, pemerintah menargetkan pertumbuhan dapat menembus 5,5 persen pada kuartal IV-2025.

Untuk mendorong pemulihan, Purbaya menyiapkan sejumlah kebijakan fiskal, termasuk penempatan dana Rp200 triliun di sektor perbankan guna memperkuat penyaluran kredit dan menghidupkan industri domestik. 

Pemerintah juga memberi insentif pajak, potongan harga transportasi umum, serta subsidi tol menjelang akhir tahun.

“Kami ingin membalik momentum ekonomi. Belanja kementerian dan lembaga terus kami percepat agar tepat sasaran,” ujarnya.

Purbaya menegaskan, pemerintah tak gentar menghadapi tekanan eksternal seperti perang tarif dan ketegangan geopolitik global. Ia menilai ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga berkat ekspor yang terus tumbuh.

“Sepanjang tahun ini ekspor kita meningkat lebih dari 45 persen dibanding tahun lalu. Surplus perdagangan naik sekitar 50 persen. Artinya, kita masih di jalur untung,” katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor Indonesia pada September 2025 mencapai US$24,68 miliar, tumbuh 11,41 persen secara tahunan. Komoditas nonmigas, terutama emas dan permata, menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 12,79 persen.

Kinerja ekspor yang stabil membuat neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 65 bulan berturut-turut, dengan nilai US$4,34 miliar pada September 2025.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan tren positif ini akan berlanjut. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 akan lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, dan kuartal IV-2025 diperkirakan tumbuh lebih kuat lagi.

“Dengan dorongan ekspor dan berbagai kebijakan kredit serta pembiayaan, ekonomi tahun ini akan berada di kisaran atas proyeksi BI, yakni 4,7 hingga 5,5 persen,” ujar Perry.

Ia menambahkan, realisasi proyek strategis nasional, program ketahanan pangan, serta penyaluran bantuan sosial di akhir tahun akan menjadi motor tambahan bagi pertumbuhan ekonomi.

 

Editor : Uways Alqadrie
#nilai tukar rupiah hari ini #Purbaya Yudhi Sadewa #dolar amerika hari ini #rupiah anjlok #Menkeu Purbaya #Rupiah hari ini