Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Viral Isu Gempa Susulan di Tarakan! BMKG Tegaskan Hoaks: Tak Ada Teknologi Bisa Prediksi Gempa

Uways Alqadrie • Rabu, 5 November 2025 | 20:55 WIB

Petugas kepolisian memeriksa rumah warga di Mamburungan Tarakan yang roboh akibat guncangan gempa bermagnitudo 4,8 pada Rabu (5/11/2025) malam. (FOTO: IST)
Petugas kepolisian memeriksa rumah warga di Mamburungan Tarakan yang roboh akibat guncangan gempa bermagnitudo 4,8 pada Rabu (5/11/2025) malam. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, TARAKAN — Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Rabu sore, 5 November 2025. 

Getaran kuat yang terasa di seluruh penjuru kota itu menimbulkan kepanikan warga, bahkan menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan hingga roboh.

Di RSUD dr Jusuf SK Tarakan, situasi sempat panik. Alarm darurat berbunyi, pasien dan tenaga medis bergegas keluar menyelamatkan diri. Beberapa pasien yang masih terpasang infus dan berada di kursi roda dievakuasi ke halaman parkir. 

“Semua bergoyang, alat medis ikut bergetar. Kami disuruh keluar lewat tangga darurat,” kata Sofiya, salah satu pasien yang saat itu tengah dirawat.

Kerusakan juga terjadi di beberapa titik pemukiman. Di Kelurahan Gunung Lingkas dan Mamburungan, warga melaporkan sejumlah rumah retak di bagian dinding dan atap. 

Kondisi salah satu lorong di toko bangunan. Tampak barang-barang yang berhamburan akibat gempa, Rabu (5/10/2025). (FOTO: IST)
Kondisi salah satu lorong di toko bangunan. Tampak barang-barang yang berhamburan akibat gempa, Rabu (5/10/2025). (FOTO: IST)

Satu rumah bahkan roboh di bagian dapur. Sementara di pertokoan, kaca dan barang pecah belah berjatuhan akibat guncangan.

Bandara Juwata Tarakan juga tak luput dari dampak. Video yang beredar memperlihatkan sebagian plafon ruang tunggu lantai dua yang lepas dan ambruk. 

“Memang ada kerusakan ringan, tapi tidak mengganggu penerbangan. Semua operasional berjalan normal,” ujar Elisabet Florens, manajemen Bandara Juwata.

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi, menyebut gempa tersebut berasal dari aktivitas sesar lokal di laut, sekitar 24 kilometer tenggara Tarakan, pada kedalaman 10 kilometer. “Gempa ini termasuk dangkal dan tidak berpotensi tsunami,” katanya. Hingga Rabu malam, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan.

Gempa juga mengakibatkan plafon Bandara Juwata Tarakan lepas dan roboh. (FOTO: IST)
Gempa juga mengakibatkan plafon Bandara Juwata Tarakan lepas dan roboh. (FOTO: IST)

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum diverifikasi. “Masyarakat sudah bisa kembali ke rumah, tapi tetap waspada terhadap kerusakan bangunan yang bisa membahayakan,” ujarnya.

Petugas gabungan masih memantau sejumlah titik terdampak di Tarakan, sementara warga diminta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas.

Kepala Stasiun Meteorologi Juwata, Tarakan Muhammad Sulam Khilmi menegaskan bahwa tidak ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa bumi secara pasti.

"Informasi yang beredar menyebutkan “akan terjadi gempa susulan pada jam tertentu” adalah hoaks," katanya.

BMKG hanya dapat menganalisis gempa yang sudah terjadi dan memantau kemungkinan susulan berdasarkan aktivitas seismik yang terekam, bukan memprediksi kapan akan terjadi.

Himbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, tidak mudah percaya terhadap berita yang tidak bersumber dari BMKG.

Pastikan bangunan tempat tinggal aman dari retakan atau kerusakan sebelum kembali ke dalam rumah dan gunakan kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi yang benar dan terkini.

 

Editor : Uways Alqadrie
#tarakan #bmkg #Gempa Kalimantan Utara #Gempa di Tarakan