Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan, yang mengklaim sebagai pemangku sementara takhta, dan KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, putra bungsu mendiang raja yang telah menyatakan diri sebagai SISKS Pakubuwono XIV.
Tedjowulan, yang menjabat sebagai Maha Menteri Keraton Surakarta, menyatakan dirinya menjalankan fungsi ad interim kepemimpinan hingga raja baru dinobatkan.
“Untuk sementara, Maha Menteri akan menjalankan fungsi ad interim hingga penerus Pakubuwono XIII dinobatkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 5 November 2025.
Ia mengacu pada SK Menteri Dalam Negeri Nomor 430-2933 Tahun 2017 yang menetapkan bahwa pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta berada di bawah SISKS Pakubuwono XIII, dengan pendampingan oleh Maha Menteri Tedjowulan.
Berdasarkan dasar hukum itu, Tedjowulan merasa berkewajiban menjaga kesinambungan administrasi dan tradisi keraton pasca-mangkatnya sang raja.
Meski demikian, Tedjowulan mengakui ada dorongan dari sejumlah pihak agar nama tertentu segera diangkat sebagai pengganti.
“Walaupun sudah muncul nama-nama, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta berikutnya,” katanya. Ia menyerukan agar keluarga besar keraton menahan diri dan mengedepankan kerukunan.
Di sisi lain, Putra Mahkota KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, yang merupakan putra bungsu Pakubuwono XIII, secara terbuka mendeklarasikan dirinya sebagai raja baru dengan gelar SISKS Pakubuwono XIV.
Ikrar tersebut disampaikan pada Rabu Legi, 14 Jumadil Awal Tahun Dal 1959, bertepatan dengan 5 November 2025, sesaat setelah ia memimpin upacara pelepasan jenazah ayahandanya.
“Saya, KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini naik takhta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Pakubuwono XIV,” ucapnya dengan nada tegas di hadapan para pelayat.
Deklarasi itu mendapat dukungan dari Gusti Kanjeng Ratu Timoer Rumbai, putri sulung Pakubuwono XIII dari pernikahan pertama. Ia menegaskan bahwa sang ayah semasa hidup telah menunjuk Hamangkunagoro sebagai putra mahkota.
“Saya pertegas, Sinuhun sudah menunjuk dan melantik putra mahkota,” katanya.
Dengan dua klaim yang sama-sama mengusung legitimasi, situasi di Keraton Surakarta kini berada dalam fase genting. Tedjowulan berupaya merangkul seluruh putradalem Pakubuwono XII dan XIII untuk mencari jalan damai.
“Saya akan mengumpulkan mereka agar pandangan tentang masa depan Keraton Surakarta dapat disatukan,” ujarnya.
Meski belum tampak gesekan terbuka, perebutan simbol dan gelar di lingkungan Kasunanan Surakarta ini berpotensi memperdalam perpecahan internal yang sudah lama membayangi keraton tertua di Jawa itu.
Editor : Uways Alqadrie