Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jusuf Kalla Tegaskan Kepemilikan Lahan di Tanjung Bunga: “Saya Beli Langsung dari Ahli Waris Raja Gowa”

Uways Alqadrie • Kamis, 6 November 2025 | 07:48 WIB

Jusuf Kalla saat meninjau lahan miliknya di kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (5/11/2025).
Jusuf Kalla saat meninjau lahan miliknya di kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (5/11/2025).
KALTIMPOST.ID, MAKASSAR — Sengketa lahan di kawasan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, kembali memanas. Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), turun langsung ke lokasi proyek milik PT Hadji Kalla pada Rabu pagi, 5 November 2025.

JK datang memastikan hak kepemilikan lahan yang diklaim sebagai miliknya.

Didampingi CEO Kalla Group Solihin Jusuf Kalla dan Direktur Finance & Legal Imelda Jusuf Kalla, JK meninjau area seluas 164.151 meter persegi yang kini tengah dipersiapkan untuk pembangunan properti terintegrasi. 

Ia tampak berkeliling, berbincang dengan para pekerja, dan memantau proses pemadatan tanah di lokasi yang berada tak jauh dari Trans Studio Mall Makassar.

“Ini tanah saya beli langsung dari anak Raja Gowa sekitar 30 tahun lalu. Jadi jangan ada yang coba-coba merampas,” kata JK dengan nada tegas. 

“Mempertahankan hak milik, harta, itu juga bentuk perjuangan,” ujarnya lagi, sambil menegaskan tidak akan mundur menghadapi upaya yang ia sebut sebagai penyerobotan.

Menurut JK, lahan tersebut dulunya termasuk wilayah administratif Kabupaten Gowa, sebelum masuk ke wilayah Kota Makassar. 

Ia menilai klaim dari pihak lain sebagai tindakan sewenang-wenang. “Kenapa tiba-tiba ada orang datang mengaku-ngaku? Ini tanah sah milik kami,” tambahnya.

Kuasa hukum PT Hadji Kalla, Azis Tika, menegaskan kepemilikan lahan itu sah secara hukum, dengan bukti empat sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan akta pengalihan hak yang telah disahkan. 

Ia menyebut proyek tersebut sempat mengalami gangguan dari kelompok massa yang diduga memiliki kaitan dengan PT GMTD Tbk, bagian dari Grup Lippo.

“Sejak pematangan lahan dimulai pada akhir September, klien kami kerap menghadapi gangguan fisik dari pihak yang tidak berkepentingan,” ujar Azis dalam konferensi pers di Wisma Kalla, 30 Oktober lalu.

Ketegangan di lapangan sempat memuncak pada 18 Oktober 2025, saat sekelompok orang mencoba memasuki area proyek dan memicu bentrokan yang melukai tiga orang. 

Baca Juga: Perebutan Takhta Keraton Surakarta: Tedjowulan dan Putra Mahkota Berebut Legitimasi

Meski situasi kini berangsur tenang, pihak PT Hadji Kalla menegaskan akan melanjutkan pembangunan sambil mengedepankan jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa.

“Ini Makassar,” tegas JK menutup pernyataannya. “Jangan main-main dengan kebenaran.”

Editor : Uways Alqadrie
#Tanjung Bunga #makassar #sengkeata tanah #jusuf kalla #raja gowa