Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Siap-siap Meluncur! BBM Nabati Bobibos, Inovasi Energi Ramah, Harga Lebih Murah dari SPBU Pertamina

Uways Alqadrie • Sabtu, 8 November 2025 | 07:43 WIB

BBM nabati Bobibos menjadi alternatif pengganti BBM produk Pertamina yang dapat diandalkan di masa mendatang. (FOTO: IST)
BBM nabati Bobibos menjadi alternatif pengganti BBM produk Pertamina yang dapat diandalkan di masa mendatang. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Nama Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Boss, belakangan menarik perhatian publik. Produk bahan bakar nabati yang dikembangkan di Jonggol, Kabupaten Bogor, ini digadang-gadang sebagai solusi energi hijau alternatif bagi kendaraan bermotor di Tanah Air.

Diklaim lebih hemat dan memiliki pembakaran lebih bersih dibandingkan BBM konvensional, Bobibos disebut mampu menandingi kualitas bahan bakar dengan RON 98. Selain itu, harga jualnya dikatakan hanya sepertiga dari harga BBM setara produksi Pertamina.

Biofuel dari Limbah Pertanian

Bobibos merupakan bahan bakar cair berbasis tumbuhan atau biofuel, hasil olahan limbah pertanian yang mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Produk ini hadir dalam dua varian: Bobibos merah untuk mesin diesel, dan Bobibos putih untuk mesin bensin.

Menurut M Ikhlas Thamrin, pencetus Bobibos, bahan bakar ini dikembangkan melalui penelitian selama lima tahun dengan lebih dari seratus kali uji coba. 

“Bahan bakunya melimpah, tidak perlu lahan khusus. Kami memanfaatkan limbah pertanian yang sebelumnya terbuang percuma,” kata Ikhlas.

Ia mengklaim Bobibos menghasilkan pembakaran sempurna dengan emisi yang sangat rendah. “Asapnya bersih, nyaris tanpa bau khas bahan bakar fosil,” ujarnya.

Didukung DPR, Diklaim Sudah Lolos Uji Lemigas

Peluncuran Bobibos turut disaksikan Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyadi, yang menilai inovasi ini bisa membantu mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM.

“Kita butuh sekitar 1,5 juta barel per hari, sementara produksi nasional baru setengahnya. Inovasi seperti Bobibos bisa jadi peluang mengurangi tekanan impor dan subsidi energi,” kata Mulyadi.

Ia juga menyebut Bobibos telah melalui uji kualitas di Lemigas dengan hasil sangat baik. “Nilai oktannya mencapai 98,1, artinya lebih tinggi dari Pertamina Turbo,” ujar Mulyadi. 

Meski demikian, ia menegaskan proses perizinan dan distribusi tetap harus mengikuti aturan Kementerian ESDM.

Baca Juga: 14 Hari Setelah ke Gedung KPK, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terjaring OTT

Menuju Energi Berkelanjutan

Menurut Mulyadi, Bobibos bukan pengganti BBM fosil, melainkan bagian dari diversifikasi energi nasional menuju Energi Baru Terbarukan (EBT). “Kita tak ingin bersaing, tapi memperluas pilihan. Ada listrik, ada BBM fosil, kini ada BBM nabati,” katanya.

Ikhlas menambahkan, bahan baku Bobibos dapat tumbuh di hampir seluruh wilayah Indonesia. “Tanamannya mudah beradaptasi, jadi produksi bisa dilakukan dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Simbol Kemandirian Energi Nasional

Penelitian Bobibos berakar dari keyakinan bahwa Indonesia mampu menciptakan teknologi energi sendiri tanpa bergantung pada impor. Ikhlas, yang juga pernah mengembangkan inovasi kompor dan motor listrik, menyebut Bobibos sebagai hasil kerja panjang yang ingin memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Indonesia kaya sumber daya alam dan potensi ilmuwan. Kalau dikelola dengan benar, kita bisa mandiri energi,” tutupnya.

Dengan bahan baku yang mudah diperoleh, harga terjangkau, dan emisi mendekati nol, Bobibos tak hanya menjadi produk bahan bakar alternatif, tapi juga simbol optimisme menuju masa depan energi bersih Indonesia.

Editor : Uways Alqadrie
#RON 98 #inovasi energi #bbm ramah lingkungan #pertamina patra niaga #energi baru #Bobibos BBM #pertamina