Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Di Balik Gencatan Senjata, Israel Bangun Tembok Beton di Lebanon

Sandrina Elhandari • Jumat, 14 November 2025 | 11:22 WIB

 

Tembok sepanjang 2 kilometer dibangun Israel di wilayah Lebanon.
Tembok sepanjang 2 kilometer dibangun Israel di wilayah Lebanon.

KALTIMPOST.ID, Berita tentang pembangunan tembok beton oleh Israel di wilayah selatan Lebanon mulai terkuak pada 10 November 2025.

Tembok sepanjang dua kilometer ini dibangun menghadap kota perbatasan Maroun al‑Ras dan Aitaroun, sebagai bagian dari beberapa “situs strategis” yang masih dikuasai Israel di sepanjang Garis Biru (Blue Line), batas sementara yang ditetapkan PBB setelah penarikan pasukan Israel pada tahun 2000.

Tembok beton ini dibangun di wilayah sensitif, dengan beberapa rumah di desa sekitar, termasuk Aitaroun dan Houla, yang dihancurkan untuk membuka jalur konstruksi.

Israel menyatakan tembok ini sebagai langkah pengamanan perbatasan dan perlindungan pos-pos strategis.

Pihak Lebanon menilai pembangunan ini sebagai kontroversial dan berpotensi memicu ketegangan. Selain dampak politik, tembok ini juga memengaruhi warga sipil, karena penghancuran rumah memaksa beberapa keluarga mengungsi sementara.

Garis Biru (Blue Line), yang menjadi titik fokus tembok ini, memiliki sejarah sensitif sebagai batas sementara antara Israel dan Lebanon. Israel masih mempertahankan lima “situs strategis” di wilayah selatan Lebanon dan tembok ini diyakini untuk memperkuat posisi militer di kawasan yang rawan konflik.

Namun, pembangunan tembok beton ini nyatanya menembus wilayah Lebanon yang kemudian menjadi simbol ketegangan militer dan politik.

Langkah Israel ini menegaskan strategi pertahanan yang agresif, sekaligus memicu pertanyaan soal kepatuhan terhadap hukum internasional dan perlindungan warga sipil di wilayah perbatasan. 

Editor : Hernawati
#tembok #Israel #lebanon