Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Prabowo Soroti Bullying Usai Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal, Mendikdasmen Siapkan Tim Khusus

Uways Alqadrie • Senin, 17 November 2025 | 17:53 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyoroti kasus dugaan perundungan yang menghina seorang siswa SMPN 19 Tangerang Selatan. Ia menegaskan pemerintah akan menangani masalah kekerasan di sekolah secara serius. 

Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan program digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Senin, 17 November 2025.

Baca Juga: Wiranto Kenang Istri Rugaiya Usman: Tak Pernah Marah, Ungkap Pesan Terakhir dan Aktivitas Keagamaannya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, yang mendampingi Prabowo, mengatakan kementeriannya akan membentuk tim pencegahan kekerasan di satuan pendidikan. 

Tim tersebut akan melibatkan orang tua, murid, dan masyarakat. “Pendekatannya harus lebih humanis dan komprehensif. Kita ingin memastikan kasus seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Mu'ti.

Mu'ti menyebut belum menerima laporan resmi dari keluarga korban. Insiden yang menimpa siswa berinisal MH, 13 tahun, diketahui terjadi sejak masa MPLS dan puncaknya pada 20 Oktober ketika korban diperkirakan dipukul menggunakan kursi hingga mengalami luka serius. 

MH sempat dirawat intensif di dua rumah sakit sebelum meninggal sepekan kemudian.

Baca Juga: Bantah Isu Ijazah Palsu, hakim MK Arsul Sani Tidak Dokumen Asli hingga Foto Wisuda

Kasus tersebut kini mendesak Polres Tangerang Selatan. Penyidik ​​telah meminta keterangan enam saksi, termasuk guru. Komisi Perlindungan Anak Indonesia juga turun tangan dan mendorong proses hukum agar permasalahannya jelas.

Editor : Uways Alqadrie
#Instruksi Presiden Prabowo #Siswa SMPN 19 Tangsel #tangerang selatan #Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal #SMPN 19 Kota Tangerang Selatan