Informasi yang dihimpun menyebutkan, Hisyam sudah beberapa kali mengalami tindakan kekerasan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Sang kakak mengungkapkan, adiknya sering mendapat tekanan dari teman sekelasnya, mulai dari ditusuk menggunakan sedotan hingga ditendang saat kegiatan belajar. Puncak kejadian terjadi pada tanggal 20 Oktober 2025, ketika kepala korban dihantam kursi besi oleh seorang siswa lain.
Setelah kejadian tersebut, kondisi Hisyam terus menurun. Ia mengeluh sakit kepala hebat, badan lemas, penglihatan kabur, dan beberapa kali pingsan.
Keluarga membawa korban ke rumah sakit sebelum akhirnya dirujuk ke ICU RS Fatmawati. Hisyam mengembuskan napas terakhir pada Minggu (16/11).
Unggahan mengenai kondisi korban sempat viral di media sosial dan memicu reaksi luas. Keluarga menuturkan bahwa korban baru berani bercerita sehari setelah peristiwa pemukulan karena tak lagi mampu menahan sakit.
Ibunda Hisyam menyebut tindakan kekerasan yang diterima anaknya bukanlah kejadian tunggal. “Sering ditendang, dipukul, bahkan diperlakukan kasar saat sedang menulis,” tuturnya.
Sejumlah laporan menunjukkan Hisyam beberapa kali mendapat perlakuan kasar dari teman sekelasnya. Insiden pemukulan dengan kursi besi pada tanggal 20 Oktober 2025 diperkirakan menjadi titik awal kondisi korban memburuk.
Baca Juga: Bantah Isu Ijazah Palsu, hakim MK Arsul Sani Tidak Dokumen Asli hingga Foto Wisuda
Setelah dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Tangsel, Hisyam dirujuk ke RS Fatmawati pada 9 November. Dua hari kemudian, ia masuk ICU dan menjalani intubasi karena kondisi yang semakin kritis. Pada Minggu (16/11), keluarga menerima kabar bahwa Hisyam meninggal dunia.
Pendamping hukum keluarga, Alvian, menyampaikan kabar duka diterima sekitar pukul 06.00 WIB.
Polres Tangsel kini memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kapolres AKBP Victor Inkiriwang menegaskan penyelidikan spesifik pada kemungkinan adanya tindak pidana dan keterkaitan kondisi medis korban dengan dugaan kekerasan di sekolah.
Enam orang, termasuk guru, telah dimintai keterangan untuk mengurai duduk perkara. Proses hukum masih berjalan.
Baca Juga: Prabowo Soroti Bullying Usai Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal, Mendikdasmen Siapkan Tim Khusus
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menuturkan bahwa korban diketahui memiliki tumor yang baru terdeteksi saat mendapat perawatan intensif. Ia menyebut kondisi medis tersebut bisa saja terpicu pascakejadian di sekolah.
Kematian Hisyam menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga-lembaga tersebut mendesak proses hukum terus dilakukan untuk mengetahui penyebab dan pola perundungan yang terjadi.
Editor : Uways Alqadrie