Jenazah Levi, 35 tahun, ditemukan pada Senin dini hari di sebuah kamar hotel di kawasan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur. Saat petugas tiba, tubuh Levi tergeletak di lantai kamar dalam keadaan tanpa busana.
Keterangan awal menyebutkan bahwa malam sebelumnya Levi berada di kamar tersebut bersama seorang pria. Kapolsek Gajahmungkur AKP Nasori membenarkan informasi itu.
“Mereka satu kamar dengan seorang laki-laki. Soal hubungannya, kami belum bisa memastikan,” ujar Nasori.
Pemeriksaan awal polisi mengarah pada dugaan Levi meninggal karena gangguan kesehatan. Namun keluarga menolak anggapan itu. Menurut Tiwi, salah satu anggota keluarga, Levi dikenal tidak memiliki riwayat penyakit serius.
“Selama ini dia terlihat sehat, tidak pernah mengeluh sakit berat,” ujar Tiwi.
Perilaku Basuki menjadi sorotan karena ia disebut intens berkomunikasi dengan Levi pada hari kejadian. Sumber internal menyebut Basuki sempat menemani Levi sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
Namun, ketika proses autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian, Basuki tak lagi terlihat dan nomor teleponnya tidak dapat dihubungi.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Unit Propam Polda Jawa Tengah juga turun tangan memeriksa keterangan Basuki dan dugaan kedekatannya dengan Levi sebelum peristiwa terjadi.
Kasus ini menjadi atensi publik karena melibatkan unsur hubungan personal, kondisi medis, serta kejanggalan di lokasi kejadian. Aparat memastikan proses penyelidikan dilakukan terbuka dan menyeluruh.
Salah seorang kerabat korban Tiwi menuturkan, kondisi Levi saat ditemukan jauh dari wajar. Dari foto yang diterima keluarga, Levi tampak terbaring di lantai kamar tanpa alas, dengan wajah yang disebut berbeda dari kondisi biasanya.
“Ada darah keluar dari hidung dan mulut. Lalu terlihat ada bercak darah di bagian tubuh bawah korban,” ujar Tiwi.
Kesan aneh itu membuat keluarga mendesak pemeriksaan mendalam terhadap penyebab kematian Levi. Mereka juga menyoroti keberadaan AKBP Basuki, perwira polisi yang pertama menemukan Levi dan melapor ke pihak hotel.
Keluarga mengaku terkejut saat mengetahui Levi dan Basuki tercantum dalam satu Kartu Keluarga (KK).
“Alamat di KK-nya sama. Informasinya korban dimasukkan ke KK agar bisa pindah KTP ke Semarang,” kata Tiwi.
Meski secara administratif tercatat sebagai saudara, keluarga menyebut Levi tidak pernah bercerita soal kedekatannya dengan Basuki. Kejanggalan semakin besar karena Basuki tidak hadir saat proses autopsi, padahal sebelumnya ia menjadi pihak yang aktif berhubungan dengan petugas hotel dan kepolisian.
“Kalau memang merasa saudara, semestinya hadir. Tapi sejak pagi sampai sore, dia tidak muncul,” kata Tiwi.
Polisi menunggu hasil lengkap autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Sejumlah fakta baru yang menyeret nama Basuki kini diperiksa bersamaan dengan penelusuran rekam aktivitas Levi sebelum ditemukan tewas.
Editor : Uways Alqadrie