Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Misteri Kematian Dr Levi! AKBP Basuki Jalani Pemeriksaan di Propam Polda Jateng, Mahasiswa Untag Semarang Tuntut Buka CCTV

Uways Alqadrie • Kamis, 20 November 2025 | 08:53 WIB

AKBP Basuki dan Dwinanda Linchia Levi
AKBP Basuki dan Dwinanda Linchia Levi
KALTIMPOST.ID, SEMARANG — Aparat Propam Polda Jawa Tengah memeriksa seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) berinisial B. 

Ia diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kostel.

Dwinanda sebelumnya ditemukan tergeletak tanpa busana di lantai kamar Kostel Mimpi Inn, kawasan Gajahmungkur, pada Senin pagi. Setelah proses olah tempat kejadian perkara, jenazah dibawa ke RS Kariadi untuk autopsi.

Belum diketahui apakah AKBP B adalah AKBP Basuki, Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng. Nama perwira menengah tersebut telah menghiasi pemberitaan setelah keberadaannya di lokasi memunculkan banyak tanda tanya publik dan keluarga korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Dwi Subagyo, membenarkan bahwa AKBP B telah diamankan. 

Ia menjalani pemeriksaan intensif di Bidang Propam.

“Kami mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengetahui kondisi sebenarnya,” ujar Dwi, Rabu, 19 November 2025.

Polisi belum menjelaskan hubungan antara AKBP B dan korban. Namun penangkapan perwira tersebut disebut sebagai langkah awal untuk mengurai dugaan pelanggaran etik maupun tindak pidana yang mungkin menyertai kematian Dwinanda.

Penyidikan masih berlangsung. Hasil autopsi resmi dari RS Kariadi menjadi salah satu dokumen yang ditunggu penyidik untuk memastikan penyebab tewasnya korban.

Pengakuan AKBP Basuki 

Kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang, masih menyisakan tanya. Ia ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tanpa busana di sebuah kamar hotel-kost di Kecamatan Gajahmungkur, Senin (17/11). 

Saat kejadian, Levi diketahui sedang bersama seorang pria yang belakangan diidentifikasi sebagai AKBP Basuki (56), Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jawa Tengah.

Baca Juga: 8 Poin Penting Pengakuan Terbaru AKBP Basuki: Bantah Hubungan Asmara dengan Dosen Untag Semarang yang Tewas

Basuki mengakui dirinya adalah orang yang mengenal dekat Levi sejak masa kuliah doktoral. Kepada kumparan, ia mengatakan, "Saya teman dekatnya, kenal sejak Levi kuliah S3. Sekarang sudah doktor dia, sudah mau profesor malah."

Menurut penuturan Basuki, Levi sudah lama memiliki riwayat penyakit. "Gulanya tinggi, tensi darahnya juga tinggi," ujarnya. Kondisi itu memburuk pada Minggu sore (16/11). 

Basuki mengatakan Levi sempat mengeluh mata berkunang-kunang dan muntah-muntah sepanjang malam.

Karena khawatir, Basuki kemudian membawa Levi ke rumah sakit. "Saya datang ke kosnya Levi untuk mengantar ke rumah sakit (RS)," kata dia. Ia menyebut tempat tersebut sebagai lokasi kos Levi selama merantau di Semarang. Levi disebut berasal dari Purwokerto, dengan orang tua yang telah meninggal.

Di RS, Levi sempat mendapatkan infus. Namun, sepulang perawatan, kondisinya dikatakan tidak banyak berubah. Basuki meninggalkan Levi di kamarnya dan kembali datang pada Senin sekitar pukul 12.30 WIB.

Begitu pintu kamar dibuka, Basuki mendapati Levi sudah tak bernyawa. "Terakhir saya antar dan melihatnya masih hidup, itu Levi pakai kaus biru-kuning dan celana training-an. Makanya pas melihat, 'Loh, kok di bawah (lantai)?'," ujarnya. 

Ia menambahkan, "Saya tanya teman saya, dan biasanya kalau orang meninggal itu kepanasan terus tanpa terkendali, buka (pakaiannya)."

Basuki mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kematian Levi, namun menyebut korban kerap mengonsumsi obat dengan dosis tinggi. "Dia bilang, biasa dosis tinggi, kalau sekadar apotekan enggak mempan," katanya.

Setelah menemukan Levi, Basuki menghubungi Inafis. "Inafis bilang harus ke polsek dulu, ya sudah hubungi polsek," tuturnya. 

Ia menyebut sejumlah barang bukti, termasuk struk rumah sakit dan obat-obatan, telah diamankan polisi.

Di tengah keterlibatannya dalam proses awal penanganan kasus, Basuki membantah adanya hubungan asmara dengan Levi. 

“Dulu dia punya pacar, di Jakarta, tapi terlepas dari itu saya kurang tahu hubungannya karena kan privasi ya,” ujarnya. Ia menegaskan tidak ada hubungan khusus. "Saya sudah tua, mas," ucapnya.

Basuki mengaku pernah membantu biaya kuliah Levi ketika orang tuanya meninggal. "Itu pas mau wisuda (S3)," katanya. Bantuan itu, menurutnya, murni karena empati. 

"Dulu saya di Jakarta dengan posisi serba-kekurangan. Kita andalkan pekerjaan dan kinerja saja, enggak ngarep yang lain-lain," ujarnya.

Buka HP Korban

Penyelidikan kasus kematian Doktor Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Hukum Pidana Untag Semarang, masih dihadapkan pada sejumlah hambatan. 

Salah satunya, penyidik belum dapat menembus ponsel milik korban yang dianggap penting untuk menelusuri aktivitas terakhir Levi.

Hal itu disampaikan Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Dwi Subagio saat berdialog dengan puluhan mahasiswa Untag, kemarin. Ia menegaskan, penyidik sudah menelusuri rekaman CCTV, memeriksa saksi, dan mengurai rangkaian peristiwa sebelum Levi ditemukan meninggal di sebuah kamar hotel di Jalan Telaga Bodas Raya No 11, Kecamatan Gajahmungkur, pada Senin (17/11/2025).

“Kita belum bisa membuka HP korban. Kalau ada informasi dari mahasiswa atau keluarga, silakan bantu kami,” ujar Dwi Subagio, didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto dan Kabid Propam Kombes Saiful.

Dwi menambahkan, laporan pertama terkait kematian Levi disampaikan oleh AKBP Basuki, perwira menengah Ditsamapta Polda Jateng. Basuki mengaku menemukan Levi tergeletak dan tak bernyawa di kamarnya, sebelum kemudian menghubungi polisi.

Mahasiswa Soroti Dugaan Kejanggalan

Dalam pertemuan itu, mahasiswa Untag menyinggung hasil autopsi yang menyebut adanya dugaan aktivitas berat menjelang kematian Levi. Autopsi sendiri dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang.

Perwakilan mahasiswa, Antonius Fransiskus Polu, mengungkapkan sejumlah hal yang menurut mereka tidak konsisten. Ia menyebut Levi ditemukan tanpa busana, tergeletak di lantai kamar, dan tubuhnya sempat ditutup kain.

“Siang hari beliau sempat periksa ke RS Kariadi. Ada riwayat hipertensi. Saat kembali ke kos, diduga ada aktivitas berlebih yang menyebabkan jantungnya pecah. Yang jadi kejanggalan, posisi beliau ditemukan tanpa busana,” katanya di Mapolda Jateng, Rabu (19/11/2025).

Frans juga mempertanyakan status AKBP Basuki yang disebut sebagai saksi kunci. Menurut mahasiswa, tidak ada bukti kuat bahwa Basuki memang tinggal atau memiliki akses resmi ke penginapan tersebut.

“Di penginapan itu setahu kami hanya Bu Levi yang tinggal. Status saksi kunci ini kami belum tahu apakah benar pengunjung atau bukan, karena kami tidak melihat identitasnya di lokasi,” ujar Frans.

Baca Juga: Pengakuan AKBP Basuki Soal Kematian Dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi: Profil Lengkap Dosen Enerjik

Mahasiswa meminta polisi membuka seluruh informasi penyelidikan secara transparan, termasuk identifikasi aktivitas terakhir Levi, rekaman CCTV lengkap, serta keterangan medis yang dinilai masih menyisakan banyak tanda tanya.

Editor : Uways Alqadrie
#Dwinanda Linchia Levi Kusumawardhani #Propam Polda Jateng #Berita Viral Hari Ini di Medsos #AKBP Basuki #Polres Semarang #polda jateng #berita viral hari ini #Untag Semarang #Dwinanda Linchia Levi #AKBP Basuki Anggota Polda Jateng diperiksa Propam dan Paminal