KALTIMPOST.ID, Program Gratis UKT baru dijalankan Pemprov Kaltim di tahun ini. Tapi program unggulan Gubernur Rudy Masud dan wakilnya, Seno Aji sudah dihadapkan dengan sejumlah masalah.
Dari sumber pembiayaan pasca dipangkasnya dana transfer dari pusat hingga masalah birokrasi yang membuat penyaluran tersendat. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, tak menepis pelaksanaan Gratispol di tahap awal ini dikerubungi kendala. Entah teknis atau pun soal fiskal.
“Semua akan kami evaluasi. Juga menyusun langkah apa yang akan diambil untuk Gratispol ini,” katanya selepas menghadiri diskusi publik di Creative Hub Samarinda, Kamis, 20 November 2025.
Mekanisme penyaluran ke rekening kampus-kampus yang sudah bekerja sama, jadi masalah teknis yang perlu ditambal. Kata Seno, kendala pencairan ada di sisi birokrasi yang tak bisa dilangkahi. Kebijakan Gratis UKT bersama program lain dalam Gratispol baru dirancang di APBD Perubahan 2025. Dengan begitu, realisasi baru bisa berjalan medio Oktober-November 2025.
Baca Juga: Bantuan UKT Mahasiswa Kaltim Resmi Disalurkan, DPRD Soroti Lambatnya Penyaluran ke PTS
Karena hal itu, jadwal pencairan tak selaras dengan jadwal administrasi kampus. “Kami sedang menunggu keputusan dari pusat. Sementara jadwal pembayaran di universitas perlu dana yang biasanya berasal dari UKT. Di situ letak masalahnya dan jadi bahan evaluasi pemerintah agar tak terulang,” jelasnya.
Untuk meluaskan manfaat program itu, Pemprov berencana menambah jumlah anggaran Gratispol di tahun depan menjadi Rp1,4 triliun. Sehingga program ini bisa menyasar sekitar 130-140 ribu mahasiswa dari semester awal hingga semester 8.
Pada 2025 ini, UKT Gratis yang dijalankan Pemprov baru mengakomodasi 32.853 mahasiswa dengan pagu Rp200 miliar. Dan pelaksanaannya nanti, kata Seno, tak mengulangi kendala yang dihadapi saat ini. “Insyaallah enggak terulang lagi tahun depan. Untuk mahasiswa yang terlanjur membayar, mekanisme pengembalian sudah disiapkan masing-masing kampus,” tegasnya mengakhiri. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki