SAMARINDA — Rencana pemerintah pusat mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) secara bulanan mulai tahun depan mendapat sambutan positif dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Samarinda. Ketua PGRI Samarinda, Asli Nuryadin, menilai kebijakan itu sebagai langkah maju yang bisa memangkas potensi keterlambatan pencairan seperti yang sudah-sudah.
Asli menyebut, sejak tahun ini, pembayaran TPG sudah tidak lagi dikelola daerah. Dana dikirim langsung dari pemerintah pusat ke rekening masing-masing guru. “Yang sebelumnya dicairkan per tiga bulan, tahun depan rencananya dicairkan per bulan. Kalau dibuat per bulan, ya bagus saja. Tidak ada masalah,” ujarnya.
Ia mengakui selama ini pencairan TPG memang kerap molor. Namun ia menegaskan persoalan itu bukan disebabkan daerah. “Terlambat itu bukan karena kita. Karena duitnya transfer dari Jakarta. Administrasi juga kalau Jakarta cepat, cepat juga kita,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda.
Baca Juga: Sultan Paser Ibrahim Chaliluddin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Rekam Jejaknya
Agar skema bulanan nantinya benar-benar berjalan lancar, Asli mengimbau guru untuk memastikan kelengkapan data dan dokumen. Ia menyebut banyak prosedur kini sudah dipermudah oleh Kementerian Dikdasmen, termasuk dalam pengurusan sertifikat pendidik atau Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Yang belum dapat, cepat-cepat urus dokumennya. Upload di SIMPKG (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Guru). Data harus benar. Misalnya 24 jam mengajar harus sudah terdaftar di Dapodik,” tegasnya.
Ia menilai kebijakan pemerintah pusat yang terus menyederhanakan birokrasi merupakan upaya menciptakan sistem yang lebih praktis. “Kawan-kawan di Pusat sudah berpikir, kalau bisa mudah kenapa dipersulit,” ujar Asli. PGRI Samarinda pun menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan pencairan TPG bulanan. “Kalau dari kami, kebijakan ini bagus saja untuk dilaksanakan,” ucapnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki