Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tragedi Utang Tabungan, Pedagang di Bogor Tewas Dibunuh Ibu Rumah Tangga

Ari Arief • Minggu, 23 November 2025 | 13:47 WIB

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah

KALTIMPOST.ID,BOGOR-Seorang pedagang berusia 59 tahun berinisial N, warga Kampung Cipari, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, ditemukan tewas setelah menjadi korban pembunuhan.

Pelakunya adalah seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun berinisial NAF. Motif di balik tindak kekerasan sadis ini adalah masalah utang piutang uang tabungan senilai Rp 12.450.000. Korban adalah pedagang di salah satu sekolah di Kelurahan Cisarua, sementara pelaku merupakan orang tua dari salah satu murid di sekolah tersebut.

Peristiwa tragis ini bermula pada hari Kamis (20/11/2025) siang, ketika NAF mendatangi rumah korban di Kampung Cipari. Kedatangan pelaku bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai uang tabungan sebesar Rp 12.450.000 milik korban yang telah terpakai olehnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa korban telah menabung pada pelaku selama dua tahun. Banyak orang tua siswa di sekolah tersebut juga menabung melalui pelaku. "Saat korban mau mengambil semua uang tersebut, terpakai oleh pelaku. Datang itu mau jelasin," terang Anggi,  Sabtu (22/11/2025).

Baca Juga: Tragedi Longsor Cilacap: Pencarian Dihentikan, 23 Orang Tewas Dua Korban Masih Hilang

Berdasarkan pengakuan pelaku, uang tabungan tersebut habis terpakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pelaku lantas memohon kelonggaran waktu untuk mengembalikan uang tersebut. "Namun malah terjadi cekcok," ujar Anggi.

Serangan Brutal dan Upaya Perampasan

Saat korban tengah menunaikan salat Magrib, pelaku mengambil kesempatan dengan pergi ke dapur untuk mengambil balok kayu. Dalam posisi sujud, tubuh N dihantam dengan balok kayu tersebut.

"Korban membalikkan badannya tapi dipukul lagi dua kali. Dipukul kena kepala bagian kanan," lanjutnya.

Korban sempat melakukan perlawanan, yang berujung pada keributan. Pelaku mendorong tubuh korban hingga mengenai etalase yang menyebabkan etalase itu pecah dan serpihan kacanya melukai kepala korban.

Setelah penganiayaan, pelaku berupaya meminta uang sebesar Rp 1 juta dengan alasan meminjam. Karena korban tidak memiliki uang tunai, ia memberikan perhiasan berupa gelang dan cincin. Setelah itu, pelaku sempat membersihkan darah dari tubuh korban.

Puncak Kekerasan

Baca Juga: Pengendara Motor di Balikpapan Tewas, Diduga Terjatuh saat Hendak Mendahului Truk

Pelaku sempat meminta maaf dan mengajak korban pergi ke rumah sakit. Namun, tawaran tersebut ditolak. Cekcok kembali terjadi, dan pelaku mengembalikan perhiasan yang telah diambilnya.

Seketika, korban menjambak rambut pelaku. Pelaku membalas dengan mendorong korban hingga terjatuh ke lantai. Ia lalu mengambil bantal dan menggunakannya untuk membekap korban hingga pingsan.

Tidak berhenti di situ, pelaku mengambil pisau dan menusuk leher korban. Melihat korban masih bergerak, pelaku kembali menusuknya sebanyak delapan kali lagi. Setelah korban dipastikan tewas, pelaku menutup jasadnya dengan sarung. Selanjutnya, pelaku membersihkan bercak darah di tangannya dan anggota tubuh lainnya sebelum pulang ke rumah.

Baca Juga: Tragedi Kubangan Graha Indah: Enam Anak Tewas, DPRD Balikpapan Keluarkan Enam Tuntutan untuk Pengembang

Penemuan Jasad dan Penangkapan

Jasad korban ditemukan oleh warga dalam kondisi mengenaskan di rumahnya pada Jumat (21/11/2025) malam. Hasil autopsi sementara menunjukkan korban menderita luka tusukan di leher dan beberapa bagian tubuh lain, serta mengalami patah tulang iga.

Setelah menerima laporan, polisi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Serangkaian penyelidikan dan keterangan saksi mengarah pada penangkapan pelaku di rumahnya.

"Pelaku sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka," tutup Anggi. Barang bukti yang diamankan antara lain adalah balok kayu, pisau, ponsel, dan pakaian yang dikenakan pelaku saat peristiwa terjadi.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#sadis #bogor #bunuh #tabungan #tewas