Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kronologi dan Motif Pembunuhan Sadis di Bogor: Perempuan Tua Dibunuh di Tengah Salat, Dihajar Balok dan Ditusuk Berkali-kali

Uways Alqadrie • Minggu, 23 November 2025 | 12:11 WIB

Petugas kepolisian menggiring tersangka NAF beberapa jam setelah pembunuhan di Cisarua Bogor. (FOTO: IST)
Petugas kepolisian menggiring tersangka NAF beberapa jam setelah pembunuhan di Cisarua Bogor. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, BOGOR — Seorang perempuan berinisial N, 59 tahun, ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Cisarua, Bogor. Polisi menetapkan NAF, 32 tahun, sebagai tersangka pembunuhan yang terjadi saat korban tengah menunaikan salat Magrib.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, mengatakan pertikaian dipicu persoalan uang simpanan. “Tersangka mengambil balok kayu di dapur dan memukul kepala korban ketika korban sedang sujud,” ujarnya, Sabtu, 22 November 2025.

Korban sempat tersungkur dan kembali dipukul. Dalam perbincangan setelah serangan itu, tersangka meminta pinjaman uang Rp1 juta dan korban memberikan perhiasannya. Pelaku kemudian mengajak korban ke rumah sakit, namun korban menolak sehingga terjadi cekcok lanjutan.

Menurut polisi, korban menjambak pelaku. Tersangka melawan, menutup wajah korban dengan bantal, lalu menindih dada korban hingga tak berdaya. Pelaku mengambil pisau di kamar korban dan menusukkan ke tubuh korban sebanyak sembilan kali. Setelah memastikan korban tak bergerak, tersangka kabur membawa perhiasan dan ponsel korban.

Polisi menangkap pelaku tak lama setelah kejadian. Barang bukti berupa balok, bantal, dan pisau disita untuk penyidikan.

Kronologi Kejadian dan Pembunuhan di Cisarua, Bogor

1. Persoalan Tabungan Rp12,45 Juta

Korban N (59), pedagang makanan di sebuah sekolah di Cisarua, sudah dua tahun menabungkan uangnya melalui NAF (32), salah satu orang tua murid. Ketika korban hendak menarik seluruh tabungan sebesar Rp12.450.000, pelaku tidak mampu mengembalikannya karena uang telah terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Pelaku kemudian datang ke rumah korban pada Kamis siang, 20 November 2025, untuk menjelaskan situasi dan meminta kelonggaran waktu pengembalian. Perdebatan terjadi karena korban mendesak uang segera dikembalikan.

2. Cekcok Memanas Menjelang Magrib

Pertengkaran berlanjut hingga waktu Magrib. Saat adzan berkumandang, korban menghentikan pembicaraan dan melaksanakan salat di dalam rumah.

Pelaku yang masih dikuasai emosi merasa tertekan oleh desakan korban terkait uang tabungan.

3. Serangan Saat Korban Sedang Sujud

Ketika korban sedang sujud dalam salat Magrib, pelaku ke dapur mengambil balok kayu. Tanpa peringatan, pelaku menghantam kepala korban dari belakang. Korban terjatuh dan mencoba membalikkan badan, namun pelaku kembali memukul kepala korban dua kali.

4. Korban Melawan, Etalase Pecah

Korban yang mengalami luka tetap berusaha melawan. Dalam pergulatan itu, pelaku mendorong korban hingga menabrak etalase kaca. Etalase pecah, dan serpihan kaca mengenai kepala korban.

5. Pelaku Meminta Uang Rp1 Juta

Dalam kondisi korban terluka dan berlumuran darah, pelaku sempat meminta uang Rp1 juta dengan alasan pinjaman. Karena tidak ada uang tunai, korban memberikan gelang dan cincin sebagai gantinya.

Pelaku bahkan sempat membersihkan darah di tubuh korban dan meminta maaf.

6. Pelaku Ajak ke Rumah Sakit, Korban Menolak

Pelaku mengajak korban ke rumah sakit untuk mengobati luka, namun korban menolak hingga terjadi pertengkaran lanjutan. Pelaku mengembalikan perhiasan yang diberikan korban.

Keributan makin memuncak setelah korban menjambak rambut pelaku.

7. Korban Dibekap Bantal hingga Tak Sadar

Pelaku melawan dan kembali mendorong korban hingga jatuh. Ia lalu mengambil bantal dan menekan wajah korban hingga korban lemas dan pingsan.

8. Penusukan di Kamar Korban

Merasa korban belum benar-benar tak berdaya, pelaku menuju kamar korban dan mengambil pisau. Pelaku kemudian menusukkan pisau ke dada korban sekali, lalu delapan kali lagi hingga korban tidak bergerak.

Baca Juga: Yahya Staquf Tegaskan Tolak Mundur dari Ketua Umum PBNU, Isu Pemakzulan Dijawab Tegas di Surabaya

9. Pelaku Kabur Bawa Perhiasan dan Ponsel

Setelah memastikan korban meninggal, pelaku membersihkan dirinya lalu kabur membawa ponsel dan sebagian perhiasan korban.

Pelaku ditangkap polisi tak lama setelah kejadian. Balok kayu, bantal, pisau, dan barang milik korban dijadikan barang bukti.

 

Editor : Uways Alqadrie
#polres bogor #pembunuhan di bogor #Cisarua bogor