Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tragedi di Jayapura, Ibu dan Bayi Meninggal Diduga Ditolak Empat Rumah Sakit

Ari Arief • Minggu, 23 November 2025 | 16:42 WIB

Ilustrasi wanita hamil
Ilustrasi wanita hamil

KALTIMPOST.ID,JAYAPURA-Kabar duka datang dari Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Seorang wanita bernama Irene Sokoy bersama bayi yang dikandungnya dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditolak oleh empat fasilitas kesehatan.

Tragedi yang menimpa Irene, warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura, ini terjadi pada hari Senin (17/11) sekitar pukul 05.00 WIT. Setelah ditolak di beberapa tempat, Irene dan bayinya dinyatakan meninggal saat dalam perjalanan kembali menuju RSUD Dok II Jayapura.

Abraham Kabey, Kepala Kampung Hobong, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa memilukan ini. "Meninggalnya ibu hamil, Irene Sokoy, dan bayinya adalah tragedi yang sangat menyakitkan. Ada dugaan empat rumah sakit menolak korban," jelas Abraham kepada awak media, Minggu (23/11/2025).

Empat rumah sakit yang disebutkan menolak Irene di Kabupaten dan Kota Jayapura adalah Rumah Sakit Dian Harapan, RSUD Yowari, RSUD Abepura, dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Baca Juga: Angka Kematian Ibu dan Bayi Menurun Dua Tahun Terakhir di Kabupaten Paser

"Pengalaman yang dialami oleh keluarga kami ini terasa sangat menyakitkan. Kami datang dari kampung untuk mencari pertolongan medis, namun justru tidak mendapatkan pelayanan yang layak," tambahnya.

Neil Kabey, suami mendiang Irene, juga melayangkan kritik keras terhadap buruknya pelayanan rumah sakit. Ia secara khusus menyoroti ketiadaan dokter saat istrinya memerlukan penanganan darurat.

"Seandainya saat itu ada dokter di RSUD Yowari, saya yakin istri dan anak saya pasti masih hidup. Mengapa tidak ada dokter pengganti jika memang dokter yang bertugas tidak berada di tempat?" ujar Neil dengan nada kecewa dan sedih.

Permintaan Maaf dan Pengakuan Gubernur Papua

Menanggapi insiden ini, Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, menyampaikan permohonan maaf dan duka cita yang mendalam. Ia juga mengakui adanya kelemahan dalam sistem pelayanan kesehatan di wilayahnya.

Baca Juga: Pemprov Kaltim Gelontorkan Rp 16,8 Miliar untuk Perkuat Layanan IGD Rumah Sakit Daerah

"Saya baru akan memulai tugas, tetapi Tuhan sudah menunjukkan satu contoh nyata mengenai kebobrokan pelayanan kesehatan di Provinsi Papua. Saya memohon maaf dan turut berduka sedalam-dalamnya atas kejadian ini dan atas kebodohan jajaran pemerintah, dari tingkat atas hingga bawah.

Ini adalah kebodohan luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah," ungkap Fakhiri dalam keterangan resminya.

Gubernur berjanji akan segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia memastikan akan mengganti semua direktur rumah sakit yang berada di bawah naungan pemerintah provinsi. Menurutnya, banyak peralatan medis yang rusak karena diabaikan oleh para direktur.

Baca Juga: Warga Kaltim Keluhkan Persoalan Kamar Rawat Inap Selalu Penuh, BPJS Kesehatan Serahkan ke Pemda dan Rumah Sakit Mengatur

"Saya sudah meminta langsung kepada Menteri Kesehatan untuk memperbaiki kualitas pelayanan rumah sakit di Provinsi Papua. Saya yakin sekat-sekat yang menghambat pelayanan akan segera diperbaiki," tegasnya.

Fakhiri berpendapat bahwa kasus ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. Ia juga berencana memanggil semua direktur rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, terkait insiden tersebut.

"Kami akan memanggil mereka untuk menyelaraskan visi dan misi dalam memberikan pelayanan kesehatan di Provinsi Papua. Sudah berulang kali saya tekankan, dahulukan pelayanan kepada pasien, baru urusan lain. Hal ini akan saya sampaikan kembali kepada seluruh direktur rumah sakit dan kepala dinas kesehatan," tutupnya.

"Sebagai seorang gubernur, saya tidak perlu merasa takut atau malu untuk menyampaikan permohonan maaf. Ini adalah pembelajaran yang amat penting bagi kami sebagai pemerintah," tambahnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#gubernur #meninggal dunia #jayapura #ditolak 4 rumah sakit #ibu dan bayi