Kepastian itu ia sampaikan seusai memoderatori Silaturahmi Alim Ulama di Kantor PBNU, Jakarta, pada Minggu malam, 23 November, di tengah menguatnya isu ketegangan internal.
Akhmad Said menjelaskan pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 50 kiai dari berbagai wilayah. Para ulama, kata dia, menyepakati bahwa masa jabatan kepengurusan PBNU harus dijalankan hingga Muktamar berikutnya pada 2026.
Tidak satu pun peserta forum yang mengusulkan pemakzulan atau menyerukan agar Gus Yahya mundur. “Kesepakatan bulat. Tidak ada pemaksaan, tidak ada permintaan mundur,” ujarnya.
Menurutnya, forum itu digelar untuk meredakan kegaduhan yang berkembang dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah isu mengenai dinamika di jajaran tanfidziyah PBNU mencuat ke publik, memunculkan spekulasi mengenai disharmoni di tingkat elite.
Akhmad Said menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak lantas menjadi dasar penyelesaian yang melanggar mekanisme organisasi.
Selain meneguhkan kepemimpinan PBNU hingga periode berakhir, forum itu juga menghasilkan dua kesepakatan lain. Pertama, ajakan kepada seluruh pengurus dan warga NU untuk memperbanyak tafakur, muhasabah, serta langkah-langkah yang menenangkan agar agenda besar organisasi tidak terganggu.
Kedua, rencana menggelar forum silaturahmi ulama berskala lebih besar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, sebagai kelanjutan proses konsolidasi.
Akhmad Said menegaskan bahwa aturan organisasi telah menetapkan Muktamar sebagai satu-satunya forum yang berwenang memutuskan pergantian ketua umum.
Segala dinamika yang terjadi, kata dia, mesti diarahkan kembali pada struktur dan kewenangan resmi. “Kalau ada pergantian, bukan karena desakan, bukan karena tekanan luar. Mekanisme tertinggi tetap Muktamar,” ucapnya.
Ia juga menyebut bahwa seluruh pengurus harian PBNU, baik Rais Aam maupun Ketua Umum beserta jajaran, akan menyelesaikan masa jabatannya sesuai keputusan Muktamar sebelumnya.
Dengan demikian, isu pemakzulan yang berkembang belakangan dianggap tidak berdasar dan telah dipatahkan oleh pertemuan ulama itu.
Pertemuan tersebut, kata Akhmad Said, menegaskan kembali pentingnya menjaga ketenangan organisasi di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap dinamika internal NU.
Ia berharap hasil silaturahmi itu bisa meredakan spekulasi dan memulihkan fokus pengurus pada program-program besar PBNU.
Editor : Uways Alqadrie