KALTIMPOST.ID, Jelang tutup tahun, serapan anggaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim masih berada di bawah garis wajar. Kepala Diskes, dr Jaya Mualimin, menyebut rendahnya serapan di instansi yang dipimpinnya dipengaruh beberapa faktor.
Jaminan kesehatan daerah Gratispol yang baru berjalan pertengahan tahun jadi salah satunya. Kebijakan itu hadir dari program unggulan Gubernur Rudy Mas`ud dan wakilnya, Seno Aji ketika resmi menjabat.
Lalu, hadirnya kebijakan lain yang memberikan kewenangan untuk Diskes sebagai penanggung jawab kebutuhan rumah sakit daerah. “Jadi anggaran bertambah pesat, sementara penyerapan baru benar-benar bisa berjalan di pertengahan tahun,” aku Jaya, Senin Pagi, 24 November 2025.
Kerja sama Diskes dengan BPJS Kesehatan dalam program premi gratis dari program Gratispol, baru benar-benar berjalan pada Agustus lalu. Sementara daftar penggunaan anggaran sudah disusun sejak awal tahun.
Baca Juga: Pemprov Kaltim Targetkan Serapan 92 Persen, Rudy Masud: Fokus, Tepat Waktu, Tepat Kualitas
“Jadi anggaran sempat pasif tak bergerak karena program belum berjalan. Itu yang bikin realisasi kami terlihat rendah,” lanjutnya menerangkan.
Program premi gratis disiapkan untuk membiayai 231 ribu peserta baru. Namun hingga kini, kebijakan itu baru menyentuh 141 ribu orang yang sudah benar-benar terverifikasi dan terbayarkan rutin. “Kami menunggu yang mendaftar. Tak semua lewat jalur kolektif, ada juga yang jalur mandiri,” sebutnya.
Meski tampak seret dalam data, Jaya menyebut kualitas pelayanan kesehatan jadi prioritas ketimbang mengejar angka realisasi. Tahun ini, Diskes sudah mulai mengambil alih pengadaan alat kesehatan (alkes) dan obat di empat rumah sakit daerah. Tujuannya, agar harga belanja seragam, efesien, dan terkoordinasi.
Lewat APBD Perubahan 2025, tambahan anggaran pengadaan alkes sebesar Rp253 miliar. RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) kebagian Rp3,5 miliar. Sementara sisanya, meluncur ke RSUD Dr. Kanudjoso Djatiwibowo. “Satu pintu lewat Diskes belanja lebih terkontrol, tak lagi berbeda-beda harga pembelian,” terangnya.
Untuk bangunan fisik, RSUD AWS kini tengah menunggu dirampungkannya Gedung Pandurata. Sementara Kanudjoso di Balikpapan lebih mengutamakan pemenuhan alkes, yang sudah menuju tahap akhir.
“Khusus untuk RS Korpri (RSUD Aji Muhammad Salehuddin II), tahun ini kami selesaikan studi kelayakan, rencana induk, hingga desain detail pengerjaan (DED) yang dibutuhkan untuk pembangunan lanjutan,” ucapnya menutup percakapan. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki